Dalam kurun waktu sekitar satu dekade terakhir, pembalap Spanyol mulai merajai tiap kelas di balap motor profesional. Tahun 1999, kelas 500 cc dimenangi oleh Alex Criville sementara gelar juara 125 cc menjadi milik Emilio Alzamora.
Kemudian di periode tahun 2000-an, Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo menguasai kelas 250 cc. Tahun 2010 dominasi Spanyol menunjukkan kekuatannya karena juara dari kelas 125 cc, 250 cc, dan MotoGP disabet oleh rider dari Negeri Matador tersebut. Jorge Lorenzo di kelas MotoGP, Toni Elias di kelas 250 cc, dan Marc Marquez di kelas 125 cc.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa pembalap memang lebih berbakat dibanding yang lain, kemudian mereka melengkapinya dengan kerja keras. Sementara itu pembalap berbakat lainnya melengkapinya dengan determinasi lebih."
"Saya pikir kuncinya adalah, secara mendasar adalah Spanyol memiliki keyakinan di balap motor. Federasi Spanyol, federasi Catalan, mereka sangat peduli dengan anak-anak kecil yang mungkin sekarang baru berusia delapan, sembilan, atau sepuluh tahun, dan mungkin sepuluh tahun lagi kita akan melihat mereka di lintasan balap," ujarnya.
Ada pun mantan pembalap kelas 500cc, Simon Buckmaster menilai bahwa pembinaan dan juga sarana untuk mengembangkan potensi balap di Spanyol cukup bagus.
"Saya menilai bahwa Spanyol memiliki struktur yang sangat baik dengan adanya sirkuit, dengan adanya kejuaraan di Spanyol. Mereka sangat peduli pada pembalap. Banyak pembalap dari luar negeri juga belajar di sini. Spanyol juga memiliki cuaca yang sangat baik dan itu penting."
(nar/mfi)











































