Hayden Belum Menyerah dengan GP11.1

Hayden Belum Menyerah dengan GP11.1

- Sport
Kamis, 28 Jul 2011 06:29 WIB
Hayden Belum Menyerah dengan GP11.1
Jakarta - Desmosedici GP 11.1 sejauh ini belum menunjukkan hasil memuaskan buat Valentino Rossi. Meski begitu, Nicky Hayden menegaskan kalau dia belum menyerah dan masih akan mencoba motor tersebut di seri berikutnya.

Menggabungkan sasis musim 2012 dan mesin musim ini, Ducati sebelumnya berharap banyak pada Desmosedici GP11.1. Namun setelah beberapa balapan, hasil yang didapat ternyata tak seperti yang dinantikan.

Rossi yang dapat kesempatan awal dengan motor baru tersebut tak kunjung bisa bersaing dengan Yamaha dan Honda. The Doctor dalam beberapa kesempatan malah kalah cepat dari Hayden yang masih memakai motor lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil jelek yang didapat Rossi bersama GP11.1 ternyata tak membuat Hayden mengurungkan niat memakai motor tersebut diseri-seri berikutnya. Meski sempat merasakan sendiri di sesi latihan MotoGP AS akhir pekan lalu dan terbukti kurang memuaskan, pembalap berjuluk Kentucky Kid itu tak menyerah.

"Saya mungkin akan menggunakannya lagi di akhir musim. Di Laguna, trek yang saya sukai, saya tidak ingin melakukan pengujian di sana," ungkap Hayden.

"Mungkin setelah Brno, di mana kami bisa bertahan, melakukan ujicoba sepanjang hari, saya bisa belajar lagi dari sana. Itu bisa menjadi landasan atas masa depan kami yang baru. Saya pikir itu adalah satu-satunya alasan Valentino ingin bertahan dengan motor itu. Dia tahu kalau (motor) itu adalah masa depan," lanjut dia di MCN.

Dibanding pendahulunya, GP11.1 telah mengalami revisi pada bagian lengan ayun, suspensi belakang dan sasis. Namun seluruh perubahan tersebut terbukti belum mampu mengoptimalkan tunggangan pabrikan asal Italia itu.

"Kami kehilangan sesuatu. Itu bukan hanya satu hal saja saat ini seperti frame. Bagian lainnya merupakan sebuah langkah besar, tapi saya tak tahu apa yang mereka (mekanik) kerjakan pada (motor) Ducati."

"Saya tahu mereka bekerja. Semua bekerja dengan keras. Dengan kerja keras penantian panjang akan terbayar, tapi untuk saat ini kami tidak mendapat apa yang kami layak dapatkan dan itu sulit diterima," tuntas dia.

(din/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads