Jangan berpikir kalau di negeri Timur Tengah tidak ada perempuan-perempuan berpakaian seksi di sirkuit, seperti yang dijumpai detiksport saat meliput MotoGP Qatar atas undangan PT. Astra Honda Motor akhir pekan lalu.
Tak cuma umbrella girl yang memayungi pebalap sebelum balapan, wanita-wanita cantik itu umumnya adalah iklan berjalan bagi pabrikan motor atau produk-produk tertentu, karena di kostum mereka tertempel brand-brand tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di luar para wanita pembawa payung itu detiksport juga bertemu dengan pebalap Indonesia Doni Tata di sirkuit Losail. Doni dan beberapa rider muda Indonesia lain berada di negeri petro dolar itu dalam rangka aksinya di Losail Asian Road Racing Series bersama tim Yamaha.
Doni pun menyempatkan diri berburu aksesoris pebalap MotoGP di salah satu toko suvenir di Losail. Ia terlihat memilih-milih beberapa topi, kaus dan jaket bertuliskan nomor dan nama pebalap MotoGP.
"Tadi aku minta diskon, eh taunya dapat juga. Kan tadi belinya banyak," ujar Doni sumringah.

Saut-satunya pebalap Indonesia yang pernah tampil di ajang Grand Prix (kelas 250cc di tahun 2008) itu menuturkan, belanja di Qatar kesannya gampang mengeluarkan uang, soalnya nominalnya kecil.
"Kalau beli di sini, keluar uang gampang, 100-200 (riyal Qatar). Padahal kalau dihitung rupiah gede juga," begitu kira-kira ucapan Doni.
(a2s/krs)











































