Bersama Dani Pedrosa, Stoner memulai balapan dari posisi terdepan. Namun sebelum satu lap terlalui posisi mereka berdua sudah diambil alih Jorge Lorenzo, yang akhirnya keluar sebagai pemenang setelah tampil dominan di sepanjang race.
Terkait hasil tak memuaskan yang didapatnya, Stoner menyebut kalau semua disebabkan munculnya persoalan pada ban motornya. Ban disebutnya tak cukup panas saat balapan dimulai, itu membuat ban tak punya daya cengkram yang baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ban motornya mulai mendapatkan daya cengkram dan sepertinya akan merapatkan jarak dengan Lorenzo, masalah lain datang. Dengan lintasan mulai kering karena hujan tak lagi turun, ban belakang Stoner justru overheat.
Kondisi itu membuat Stoner tak bisa berbuat banyak saat Rossi datang mendekat dan akhirnya merebut posisi runner up.
"Lalu saya mendapatkan grip dan mulai menekan Lorenzo, semuanya terlihat bagus dan kemudian hujan berhenti. Level air berkurang dan ban belakang kami kepanasan. Kami tak bisa mendapatkan traksi dan ban belakang terus berputar di setiap gigi, dari yang pertama sampai yang keenam.
"Valentino punya kecepatan lebih dari kami di saat akhir. Saya mencoba bertahan, mencoba melakukan semua yang saya bisa, tapi dia punya kecepatan yang jauh lebih baik yang membuat saya bahkan tak bisa terus bersamanya di lap terakhir, saya pikir dia lebih cepat 1,5 detik dibanding saya," tuntas Stoner di Autosport.
(din/din)











































