Di tujuh seri awal, Lorenzo menang empat kali, masing-masing di Losail, Le Mans, Catalunya, dan Silverstone. Sementara itu, Stoner berjaya di Jerez, Estoril, dan Assen.
Pedrosa sendiri di seri-seri tersebut tiga kali jadi runner-up dan tiga kali menempati posisi ketiga. Pebalap Repsol Honda ini cuma sekali gagal naik podium, yakni di Le Mans.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat senang karena setelah di banyak seri cuma menempati posisi kedua dan ketiga, menang memberikan perasaan yang hebat," aku Pedrosa di Crash.
"Saya ingin mempersembahkan untuk tim saya dan semua orang di sekitar saya. Terima kasih," katanya.
Ditambahkan Pedrosa, dirinya sempat kesulitan di awal lomba karena harus beradaptasi dengan perubahan settingan motor. Namun, setelah mulai nyaman, dia bisa menggeber motornya secara maksimal.
"Saya tidak familiar dengan motor di awal lomba dan Casey memimpin dengan cukup mudah dan saya mengikutinya. Namun, setelah saya makin nyaman, saya melewati Casey dan ada di depan untuk banyak lap," ujarnya.
"Saya tahu ini akan ditentukan sampai lap terakhir. Saya mencoba untuk berusaha sekuat tenaga. Saya tahu bahwa saya punya pengereman yang bagus dan oleh karena itu saya percaya diri, tapi Anda tak pernah tahu," papar pebalap Spanyol ini.
"Saya melakukan yang terbaik dan hingga akhirnya bisa menang sungguh sulit dipercaya," pungkas dia.
(mfi/a2s)











































