Pertempuran di Wilayah Honda

Jelang MotoGP Jepang

Pertempuran di Wilayah Honda

- Sport
Rabu, 15 Sep 2004 23:55 WIB
Jakarta - Seri ke-12 MotoGp akan digelar di sirkuit Motegi, Jepang, Minggu (19/9/2004) mendatang. Musim lalu Honda sukses menempatkan tiga pembalapya di podium. Mungkinkah hal ini terulang?Sirkuit Motegi bisa dikatakan memang dibuat untuk tim Honda. Selain pabriknya yang berpusat di Jepang, hasil balapan juga sangat berpihak kepada tim Honda. Musim lalu tiga pembalap tim Honda menyapu bersih podium. Max Biaggi (Camel Honda) pertama, disusul Valentino Rossi (Repsol Honda) dan Nicky Hayden (Repsol Honda). Tidak hanya itu, rekor lap tercepat juga tercatat atas nama Rossi (158,372 km/jam). Dilihat dari hasil balapan keseluruhan, Honda juga unggul sangat jauh. Selisih waktu antara juara ketiga musim lalu dengan pembalap non Honda mencapai 16 detik lebih. Yaitu dengan Marco Melandri dari tim Fortuna Yamaha yang menempati peringkat lima.Musim ini merupakan keenam kalinya Motegi digunakan untuk menggelar MotoGP, sejak selesai dibangun tahun 1999 lalu. Dan tidak kurang dari tujuh pembalap Honda akan kembali mencoba menjadi "Raja Jalanan" selama 24 kali 4,801 km. Ditambah pembalap Wild Card yang selalu menjadi tradisi MotoGP Jepang.Namun ambisi Honda untuk kembali menjadi raja di rumahnya sendiri tidak akan terjadi segampang musim lalu. Masalahnya "The Doctor" yang menjadi maskot Honda musim lalu, kini justru berbalik mengusung bendera pesaing utamanya Yamaha.Pengalaman Melandri musim lalu yang melumat 12 pembalap didepannya saat tercecer di posisi 19, akan sangat berguna bagi tim Yamaha. Jika Melandri bisa melakukan hal menakjubkan itu bersama Yamaha, apalagi dengan Rossi yang nyata jauh lebih lihai. Bahkan musim lalu Rossi juga sudah menunjukkannya dengan melibas tujuh pembalap di depannya ketika sempat terlempar ke posisi sembilan.Di samping masalah teknis, faktor non-teknis juga akan menjadi hal penting yang tidak bisa diabaikan. Saat ini Rossi hanya unggul 29 poin dari pesaing utamanya Sete Gibernau. Dengan lima seri sisa, nilai yang bisa diraih yaitu 125 poin. Masih sangat mungkin bagi tujuh pembalap teratas untuk menjadi juara.Yang paling menarik ialah enam kandidat juara yang tersisa selain Rossi merupakan joki Honda. Meski sedikit kontroversial, bukankah terbuka kemungkinan Honda akan melancarkan taktik "Asal Bukan Rossi?" Mengenai siapa yang akan dijadikan tumbal, agaknya tidak terlalu sulit untuk menebak. Dialah Makoto Tamada. Pembalap tuan rumah ini merupakan poin getter terkecil dari tujuh kandidat. Selain itu pengalaman musim lalu juga bisa dijadikan perbandingan. Di sirkuit yang sama, tanpa ragu Tamada menyenggol Gibernau di lap terakhir untuk merebut posisi ketiga. Padahal resikonya adalah diskualifikasi. Tapi apa mungkin terulang dengan misi khusus? Kita lihat saja! (lom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads