Lorenzo Tak Mau Aksinya di Assen Ditiru

Lorenzo Tak Mau Aksinya di Assen Ditiru

- Sport
Jumat, 12 Jul 2013 03:59 WIB
Lorenzo Tak Mau Aksinya di Assen Ditiru
Getty Images/Mirco Lazzari
Hohenstein-Ernstthal - Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, mencuri perhatian di MotoGP Belanda dengan membalap dalam kondisi patah tulang. Lorenzo berharap aksinya di Sirkuit Assen tersebut tak ditiru oleh pebalap lain.

Lorenzo mengalami patah tulang selangka akibat kecelakaan dalam sesi latihan bebas di Assen, akhir bulan lalu. Masalah tersebut membuatnya sempat diprediksi akan absen dalam balapan.

Nyatanya, Lorenzo cuma absen di sesi kualifikasi. Setelah menjalani operasi di Barcelona, dia kembali lagi ke Assen dan mendapatkan izin untuk ikut balapan. Hasil yang dia peroleh pun sangat bagus untuk ukuran seseorang yang baru saja mengalami patah tulang. Dia finis di posisi kelima.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di masa mendatang, pebalap-pebalap yang mengalami cedera bisa saja mengambil langkah nekat seperti yang dilakukan Lorenzo.

"Saya pikir Lorenzo sudah menetapkan sebuah standar karena kalau seseorang cedera kami sekarang bisa pergi ke kantor medis dan bilang 'ah, Jorge membalap dalam kondisi patah tulang selangka'," ujar pebalap Yamaha Tech 3, Cal Cutchlow, dalam konferensi pers jelang MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring, Kamis (11/7/2013).

"Jadi, ada area abu-abu karena mereka sekarang membiarkan dia ikut balapan. Selanjutnya apa? Mungkin cuma di sirkuit itu," katanya.

Tapi, Lorenzo yang juga hadir dalam konferensi pers itu buru-buru memotong pernyataan Crutchlow.

"Jangan lakukan itu!," ujarnya sambil tersenyum.

"Jangan lakukan apa yang saya lakukan, please," kata rider asal Spanyol ini.

"Saya pikir di masa depan pebalap-pebalap yang mendapatkan cedera serupa tak boleh menjadikan balapan saya di Assen sebagai contoh."

"Sejumlah teman bilang ke saya bahwa seorang pebalap Italia mengalami patah tangan kanan dan ingin membalap di pekan berikutnya atau sepuluh hari kemudian. Itu tidak bagus. Tidak logis."

"Anda harus mengukur bagaimana kondisi badan Anda. Kalau Anda merasa baik untuk balapan dan kuat secara mental, Anda bisa balapan. Tapi, Assen harusnya tidak menjadi contoh untuk siapa pun."

(mfi/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads