Mewujudkan Impian Nonton MotoGP

Catatan dari Malaysia

Mewujudkan Impian Nonton MotoGP

- Sport
Sabtu, 12 Okt 2013 09:33 WIB
Mewujudkan Impian Nonton MotoGP
Kuala Lumpur - Bagi sebagian orang menyaksikan langsung balapan MotoGP di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, adalah sebuah impian mahal. Tapi usaha, rejeki dan keberuntungan bisa mewujudkan impian itu.

Suyitno Sanijo bungah bukan kepalang ketika PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing memberitahu bahwa dia menjadi pemenang undian dari Yamaha untuk menyaksikan langsung MotoGP Malaysia di sirkuit Sepang akhir pekan ini. Maklum, keinginan itu bagi dia selama ini hanya sebatas mimpi.

"Kalau keinginan, siapapun yang suka balap moto GP saya kira pasti kepingin. Cuma persoalannya 'kan biaya," ujar pria kelahiran Wonomulyo, Polimandar, Sulawesi Barat, itu dalam obrolan dengan detiksport, tak lama setelah mendarat Singapura, Jumat (11/10) kemarin, sebelum melanjutkan penerbangan ke Kuala Lumpur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yitno, panggilan akrab dia, sejatinya senang menonton balap motor itu sejak rajin ditayangkan secara langsung oleh stasiun televisi swasta sejak satu dasawarasa lalu. Tak jarang dia nongkrong di rumah tetangga, menumpang nonton TV guna bareng-bareng menyaksikan pebalap-pebalap idolanya berlaga.

Saking fanatiknya pada MotoGP, Yitno rela meninggalkan acara apapun jika berbarengan dengan jadwal tayangan balapan tersebut. Bagusnya, hobi itu masih terkait dengan pekerjaan yang ditekuninya yakini berdagang motor bekas. Walhasil, sang istri dan anggota keluarga lainnya bias memaklumi hobi Yitno.

"Jadi, waktu ada kabar saya menang undian untuk menyaksikan MotoGP di Sepang, saya seperti mimpi," kata dia.

Awalnya , bapak dua anak itu tak percaya ketika salah seorang karyawan Yamaha menelpon dirinya dan membawa kabar itu. Maklum, saat ini praktek penipuan dengan modus undian berhadiah juga marak.

Dia pun kemudian menelepon langsung ke Yamaha pusat di Jakarta. Dan ternyata memang pengumuman itu benar -- pemenang undian adalah pembeli sepeda motor Yamaha--, dan Yitno adalah satu di antara 30 orang pemenang di seluruh Indonesia. Mendengar kepastian itu, dia pun berjingkrak kegirangan. Terlebih, biaya transportasi dan penginapan juga ditanggung Yamaha.

"Kalau (ongkos) tidak ditanggung, saya mungkin tidak bisa berangkat. Enggak ada ongkos," ujarnya.

Meski baru pertama kali ke luar negeri dan tak mengerti bahasa Inggris, Yitno pun berangkat. Sebuah impian yang selama ini hanya dia pendam di benak, kini menjadi kenyataan.

Keinginan yang membuncah untuk menyaksikan balap Moto GP musim balap 2013 di Sepang juga ada pada diri Stefani (35 tahun). Bedanya, bila Yitno ingin menonton balapan itu demi mewjudkan impian sejak kecil, Grace karena keinginan jabang bayi yang kini tengah dikandungnya.

"Usia kandungannya baru empat setengah bulan. Sejak usia kandungan tiga minggu dia sudah mengidam ingin nonton balapan," ujar Suliadi, 37 tahun, sang suami.

Warga Summarecon Serpong, Tangerang Banten, itu menuruti keinginan sang istri karena jabang bayi yang dikandungnya merupakan anak pertama mereka. Terlebih, keduanya telah menunggu kandungan itu hampir 10 tahun.

"Kebetulan kita mampir ke Singapura untuk periksa kesehatan," ucap Paskalis sumringah.

(a2s/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads