Dengan hanya ada satu balapan tersisa di musim ini, Marquez berdiri di puncak klasemen dengan poin 318. Meski secara matematis punya peluang lebih besar untuk jadi juara dunia, Marquez bisa saja disalip oleh Jorge Lorenzo yang sementara ini cuma terpaut 13 angka di belakangnya.
Kans Marquez menjadi juara dunia di musim debutnya terbuka sangat lebar karena dia cuma butuh finis di posisi keempat. Apalagi dia punya statistik sangat bagus karena di sepanjang musim ini selalu bisa finis di atas podium, kecuali saat kecelakaan dan kena diskuaifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti yang selalu saya katakan, Honda tak pernah melakukan team order. Saya pikir Marc sudah menunjukkan kalau dia bisa membuka jalan untuk dirinya sendiri, dan meraih hasil untuknya sendiri," sahut Direktur HRC, Livio Suppo.
Saat ditanya soal peluang terjadinya skenario Pedrosa berada di posisi empat dan Marquez di urutan lima, yang mengharuskan terjadinya team order demi memuluskan jalan Marquez jadi juara dunia, Suppo yakin hal tersebut tidak akan terjadi. "(Komposisi seperti itu) akan menjadikannya balapan yang aneh," lanjut dia di AS.
Kemenangan Lorenzo di Motegi, yang merupakan markas Honda, juga tak membuat Suppo risau. Marquez disebutnya sudah menunjukkan banyak hal hebat di sepanjang musim ini, dan diyakini itu akan berlanjut di Valencia, pekan depan.
"Anda harus positif, karena memikirkan fakta bahwa anak baru seperti Marquez unggul 13 poin adalah sesuatu yang luar biasa, dan karena itulah dia layak mendapatkan titel tersebut."
"Jorge tampil sangat tangguh di Jepang dan mereka berdua adalah pebalap yang luar biasa. Itu akan menjadi tontonan yang memikat untuk publik Spanyol, dua pebalapnya bertarung memperebutkan titel di Spanyol. Itu event bersejarah," sahutnya lagi.
(din/mrp)











































