Total poin yang dikumpulan Lorenzo saat ini adalah 305, sedangkan Marc Marquez yang jadi pesaing terberatnya sudah mengumpulkan 318 angka. Kondisi itu secara matematis memang menguntungkan Marquez, tapi peluang Lorenzo juga belum sepenuhnya tertutup.
Tujuh tahun lalu di tempat yang sama, Nicky Hayden berhasil mematahkan prediksi. Menjalani balapan terakhir dalam posisi kalah poin dari Valentino Rossi, Hayden pada akhirnya malah jadi juara dunia karena The Doctor terjatuh di lap-lap awal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat termotivasi karena saya kira gelar juara sudah kandas sejak tiga seri sebelumnya. Dan ternyata kami malah mempunyai kesempatan untuk mendapatkan gelar juara," lanjut rider kelahiran Palma, Spanyol 26 tahun silam itu.
Lorenzo memang bisa saja kehilangan gelarnya sejak di Australia, tiga pekan lalu. Namun ketika itu hal yang tak terduga terjadi karena Marquez terkena diskualifikasi. Lorenzo berhasil memperpanjang napasnya di MotoGP Jepang saat dia kembali jadi juara di sana.
Dengan kondisi seperti itu, Lorenzo menyebut kalau tekanan kini justru ada di pihak Marquez. Makin membuat Lorenzo termotivasi adalah balapan Valencia merupakan balapan kandangnya.
"Mugkin rival kami merasakan lebih banyak tekanan di Valencia daripada kami karena dia sudah sangat dekat dengan status juara. Saya bertekad untuk membalap di sana dan berupaya dengan seluruh kemampupan saya," tegasnya.
(fem/din)











































