Pebalap Repsol Honda yang menjalani musim keduanya di kelas primer itu sudah berhasil menyapu bersih seluruh pole dan kemenangan dalam lima balapan awal pada musim 2014 ini.
Di Mugello sendiri Marquez sejatinya sudah pernah menang pada dua kesempatan, di Moto2 2011 dan 125cc di 2010. Namun, musim lalu ia crash menjelang finis. Itu merupakan satu dari dua kegagalan finis Marquez saat jadi kampiun MotoGP musim lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pun demikian ia sadar itu tidaklah mudah apalagi dalam upayanya menjinakkan Mugello, Marquez juga harus menghadapi tantangan dari rekan setimnya, Dani Pedrosa, dan dua pebalap Movistar Yamaha Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.
Situs MotoGP di antaranya mencatat bahwa Pedrosa masih memegang rekor top speed di Mugello, 349 km/jam, sementara Rossi merupakan rider tersukses di seluruh kelas di Mugello, sedangkan Lorenzo memenangi tiga balapan MotoGP terakhir di lintasan tersebut.
"Mugello merupakan salah satu sirkuit yang menantang--salah satu yang tersulit dalam satu musim--dan tahun lalu kami harus kerepotan. Aku juga mengalami crash dalam balapan. Kini aku punya pengalaman satu tahun lebih banyak dan aku harap akan berjalan mulus buat kami," katanya di situs MotoGP.
"Aku tahu Valentino (Rossi) akan sangat tangguh dalam balapan 'kandangnya', Jorge (Lorenzo) juga sudah menang di sana selama tiga tahun terakhi dan Dani (Pedrosa) pun amat cepat di sana, jadi kami akan tetap fokus dan jika kami tidak bisa mengejar kemenangan kami mesti meraup poin penting untuk kejuaraan," tegas Marquez.
(krs/din)











































