Seperti telah diberitakan sebelumnya, ada sejumlah skenario yang memungkinkan Marquez untuk menjadi juara dunia di sirkuit Twin Ring Motegi, Minggu (12/10/2014). Satu hal yang pasti, andai pebalap 21 tahun itu memenangi balapan maka gelar juara dunia sudah pasti diraih.
Namun sayangnya situasi kurang berpihak pada pemuda Spanyol itu. Hasil kualifikasi, Sabtu (11/10/2014) hanya menempatkannya di posisi start keempat, di belakang Andrea Dovizioso, Valentino Rossi, dan Dani Pedrosa. Dengan demikian, peluang Rossi dan Pedrosa menunda pesta juara masih lebih besar ketimbang Marquez.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan mencoba melakukan yang terbaik dan melihat situasi selama balapan, di mana Valentino, di mana Dani, di mana Jorge (Lorenzo). Jika untuk sejumlah alasan saya merasa mengambil risiko terlalu besar, maka saya lebih memilih menunggu," ujarnya.
Selain Rossi dan Pedrosa, ancaman juga datang dari Lorenzo yang bakal start dari urutan lima.
"Untuk besok saya pikir yang paling tangguh adalah Lorenzo. Dia memang start dari posisi lima, di belakang saya. Tapi dia yang paling baik soal ritme balapan. Kami akan mencoba yang terbaik dan berjuang untuk juara," lanjut Marquez.
"Kecepatan kami setara dengan Rossi, Pedrosa, dan Lorenzo, dan ini penting. Kami juga tidak boleh mengabaikan Dovizioso yang juga punya laju sangat bagus dengan ban balapan," paparnya.
Marquez juga mengaku masih belum terlepas dari problem. Setelah masalah pada pengereman di hari pertama, gantian isu mesin datang di hari kedua.
(raw/rin)










































