Rabat yang Pantang Menyerah Disanjung Marquez, Rossi, dan Lorenzo

Rabat yang Pantang Menyerah Disanjung Marquez, Rossi, dan Lorenzo

- Sport
Selasa, 28 Okt 2014 18:15 WIB
Rabat yang Pantang Menyerah Disanjung Marquez, Rossi, dan Lorenzo
Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta -

Tito Rabat harus menunggu sembilan tahun untuk bisa memenangi gelar juara dunianya yang pertama. Perjuangan tak kenal menyerah rider Spanyol itu dapat sanjungan dari Marc Marquez, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Rabat mulai turun di seri Grand Prix pada musim 2005 silam. Tak ada yang benar-benar spesial dari performanya, yang membuat dia harus berjuang ekstra keras untuk bersaing dengan pebalap lain di kelas 125cc ketika itu.

Pada empat tahun pertamanya dia sama sekali tak pernah masuk 10 besar klasemen akhir. Namun Rabat tak menyerah karena perlahan dia berhasil memperbaiki posisinya dari urutan 10, 7, 3 dan nomor satu di musim ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sangat menyenangkan melihatnya berada di posisi teratas karena saya punya hubungan yang dekat dengannya. Kami banyak berlatih bersama. Dan saya tahu apa yang dia lakukan dan dia berkorban untuk bisa menjadi kompetitif di sini," sahut Marquez.

"Setiap orang tahu perkembangan yang dibuat Tito di kejuaraan dunia ini. Hampir setiap tahun dia mengalami perkembangan dan dia tak pernah menyerah. Sangat menyenangkan melihatnya berada di atas, karena dia adalah pebalap yang bekerja paling keras. Hidupnya untuk motor. Saya berbahagia untuknya," lanjut Marquez di Crash.

Tidak seperti Marquez yang dinilai punya bakat alami sebagai pebalap, Rabat harus berjuang keras untuk mengasah kemampuannya. Perjuangan yang pantang menyerang itu juga membuat Rossi terkesan.

"Saya sangat menyukai Tito, pertama karena dia sangat gila di atas motor. Pertama kali dia datang ke ranch-ku dan mendapat motor, wajahnya - itu seperti mulutnya berada di luar helm dan dia banyak sekali tersenyum dan matanya benar-benar gila," sahut Rossi yang beberapa pekan lalu mengundang Rabat datang ke ranch-nya.

"Saya menyukainya karena dia datang (ke Grand Prix) dan dia bukan sebuah fenomena. Dia berjuang, tapi dia bekerja dan tak pernah menyerah mengembangkan kemampuannya di atas motor. Saya pikir dia bekerja lebih keras dibanding siapapun untuk memenangi kejuaraan ini, jadi dia layak mendapatkannya dan saya menguncap selamat atas keberhasilannya," lanjut The Doctor.

Pernyataan senada terlontar dari Jorge Lorenzo. Rabat disebut Lorenzo menjadi contoh buat siapapun kalau prestasi bisa didapat dengan kerja keras.

"Tito menunjukkan kalau dia mungkin orang dengan bakat alami paling kecil di paddock, tapi dia bekerja menggunakan talenta yang dimilikinya. Jadi saya pikir talentanya terus berkembang dan berkembang."

"Dia adalah contoh buat semua pebalap muda bahwa dengan kemauan, motivasi dan kerja yang snagat keras maka keinginan akan bisa dicapai. Menurut saya banyak pebalap muda harus menjadikan Tito sebagai contoh untuk kariernya," ucap Lorenzo.





(din/rin)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads