Kemenangan itu jadi yang ke-13 bagi Marquez untuk membawa dia mematahkan rekor milik pebalap legendaris Mick Doohan. Di akhir klasemen, Marquez mengoleksi 362 poin unggul 67 poin dari Valentino Rossi di posisi runner-up.
"Hari ini adalah hari yang luar biasa bagiku, bagi keluargaku dan untuk tim karena 20 menit sebelum balapan aku merayakan gelar juara dunia saudaraku," ucap pengoleksi dua titel juara dunia MotoGP ini di Crash.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku senang untuk itu dan sekarang kami harus menikmati musim 2014 karena itu berjalan sulit sekali dan hampir mustahil bisa terulang, terutama bagiku dan saudaraku."
Marquez mengaku sempat mempertimbangkan ganti motor. Menyusul ancaman turun hujan saat balapan meski pada akhirnya ia tetap di lintasan dan trek pun perlahan mengering.
"Di suatu lap aku sempat berpikir untuk mengganti motor dan aku memberi tanda kepada timku dengan kakiku bahwa aku ingin masuk pit setelahnya, tapi kemudian aku memutuskan sebaliknya," beber Marquez.
"Lintasannya memang basah tapi tidak terlalu basah. Hari ini kami melakukan strategi terbaik tapi di Aragon tidak begitu. Sebaliknya bagi (Jorge) Lorenzo, yang melakukan strategi terbaik di Aragon tapi hari ini dia salah."
(rin/din)











































