Iannone: Bodoh Jika Saya Meninggalkan Ducati

Iannone: Bodoh Jika Saya Meninggalkan Ducati

- Sport
Jumat, 23 Jan 2015 06:35 WIB
Iannone: Bodoh Jika Saya Meninggalkan Ducati
Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta - Sempat melalukan pembicaraan dengan Suzuki dan Honda, Andrea Iannone akhirnya tetap memilih bertahan di Ducati. Meninggalkan Ducati dianggap akan jadi kesalahan karena tim asal Italia itu diklaimnya sedang berkembang.

Untuk musim 2015 Iannone dapat promosi dari Pramac ke Ducati Team untuk menggantikan Cal Crutchlow yang pindah ke LCR Honda. Sebelum memutuskan bertahan untuk menunggangi Desmosedici, Iannone mengaku sempat melalukan pembicaraan dengan Suzuki dan Honda.

Namun karena Ducati tengah mengalami kemajuan dia pada akhirnya memilih bertahan. Rider asal Italia itu menyimpan keyakinan kalau Ducati akan bisa bersaing dengan Yamaha dan Honda di musim ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pikir saya akan bertahan di Pramac, tapi selalu menjadi impian saya untuk berada di tim pabrikan bersama Ducati dan ini adalah situasi yang sempurna. Saya punya kesempatan yang bagus bersama Suzuki dan Honda bersama LCR adalah tim pabrikan. Tapi saya memulainya bersama Ducati dan penting untuk melanjutkan perjalanan ini," sahut Iannone.

Setelah musim pertamanya di 2013 banyak diganggu cedera, Iannone menjalani musim yang memuaskan tahun lalu. Dia tercatat enam kali finis di enam besar, termasuk berada di posisi lima pada race di Jerman, Brno dan Misano.

"Ini tantangan besar buat saya karena saya berpikir bukan hal yang mustahil untuk bisa cepat dengan motor ini. Itu tidak akan mudah karena Yamaha dan Honda sangat tangguh di semua poin dan juga punya pebalap hebat. Tapi saya yakin yang terbaik ada di depan kami, dan tindakan yang bodoh jika saya pergi padahal situasinya terus membaik," lanjutnya di MCN.

(din/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads