Marquez mencatatkan waktu putaran tercepat di lintasan Malaysia tersebut setelah menggeber RC213V untuk menghasilkan waktu 1 menit 58,867 detik. Ia menjadi pebalap dengan waktu terbaik di sesi pada hari Jumat (6/2/2015).
Sementara Pedrosa meraih waktu terbaik kedua dengan 1 menit 59,006 detik, atau terpaut 0,139 detik daripada rekan setimnya. Namun, Pedrosa tetap menonjol karena membuat simulasi balap lebih baik daripada Marquez.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini merupakan kondisi yang amat baik untuk semua pebalap. Tapi dengan 1 menit 58,8 detik, aku pikir ia merupakan yang pertama untuk menembus kisaran 1 menit 58 detik, dan mengatakan bahwa itu sebuah kejutan dari Marquez tidaklah tepat," tegas Rossi di Crash.
"Kami tahu ia sudah amat bagus di putaran tersebut, jadi ini impresif, dan Pedrosa juga impresif dengan 1 menit 59 detik. Jadi aku pikir tahun ini Pedrosa akan lebih tangguh dibandingkan musim lalu.
"Simulasi balap terbaik dibuat oleh Pedrosa. Aku tak melihat simulasi Marquez, tapi mereka bilang ia sedikit lebih lambat meskipun ia juga melakukan simulasi itu dengan suhu lebih tinggi, artinya kondisi lebih buruk," bebernya.
Berdasarkan simulasi balap tersebut dan catatan waktu yang ada untuk satu putaran, dengan Rossi dan Lorenzo secara berurutan ada di posisi empat dan lima pada hari Jumat, pebalap berjuluk The Doctor itu pun mengakui keunggulan Honda. Namun, ia turut menegaskan bahwa Yamaha pun tidak jauh ketinggalan dari rival beratnya tersebut.
"Aku, Jorge (Lorenzo), dan Dani membuat simulasi dengan situasi yang amat mirip dan yang terbaik dibuat Dani. Kelihatannya keunggulan yang mereka miliki dalam satu putaran juga mereka miliki untuk sebagian besar balapan. Jadi jika balapannya hari ini aku pikir Honda bisa menang, tapi kami pun tak jauh tertinggal," ucap Rossi.
(krs/krs)











































