Dengan suhu lintasan mencapai 37 derajat celcius di awal balapan, Marquez dan Carl Cruthlow memilih untuk memakai compound ban keras di bagian belakang motornya. Sementara Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo memilih menggunakan compound ekstra keras.
Dengan compound ban yang lebih lunak, Marquez bisa langsung melesat sesaat setelah start. Meski di tikungan pertama dia disalip oleh Cruthlow, Marquez kemudian meninggalkan lawan-lawannya. Bahkan di empat lap pertama dia sudah unggul empat detik di posisi terdepan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Grip ban yang sudah jauh berkurang membuat keunggulan Marquez terpangkas jauh. Tiga lap sebelum finis Rossi sudah membayangi Marquez. Satu lap kemudian Rossi mencoba bermanuver untuk merebut posisi terdepan, tapi Marquez berupaya mempertahankan posisinya dan berhasil.
Pada percobaan kedua, Rossi dan Marquez bersenggolan di tikungan. Saat keluar dari tikungan Rossi sudah unggul tipis, Marquez kemudian terlihat memaksakan diri dengan terus menempel Rossi. Ban depan Marquez yang menyenggol ban belakang Rossi menjadi penyebab petaka untuk sang juara dunia. Dia terlempar dari tunggangannya dan gagal kembali ke lintasan.
"Itu menarik, karena pilihan ban kami berbeda dengan yang dipilih Rossi dan saya merasa kami tidak sekompetitif yang menggunakan compound lebih keras. Strateginya berhasil untuk kami - itu hal yang sangat disayangkan apa yang terjadi pada dua lap terakhir," sahut Marquez di situs resmi MotoGP.
"Saat saya melihat dia (Rossi) mendekat, saya memutuskan sedikit menjaga ban supaya tetap awet. Di lap-lap terakhir ketika jaraknya 1,39 detik saya mengecek apakah bannya dalam kondisi oke dan saya tahu kalau kami akan bertarung sampai akhir. Saat dia membalap saya, kami bertarung di beberapa tikungan dan sayangnya kami bersenggolan dan saya terjatuh," lanjut Marquez.
Kegagalan dapat poin di Argentina membuat Marquez kini duduk di posisi lima klasemen pebalap dengan poin 36, terpaut 30 poin dari Rossi yang berada di posisi teratas. Andrea Dovizioso (60) menenpati posisi dua, diikuti Andrea Iannone (40) dan Jorge Lorenzo (37).
(din/roz)











































