Pedrosa absen pada tiga balapan di Amerika Serikat, Argentina, dan Spanyol setelah menjalani operasi pada cedera di lengan kanannya. Baru pada balapan di Le Mans dua pekan lalu dia melakukan comeback, yang sayangnya tidak berakhir bagus karena dia mengalami crash dan akhirnya cuma finis di posisi 16.
Meski sudah sebulan lebih sejak menjalani operasi, kondisi Pedrosa belum sepenuhnya baik. Termasuk saat menjelang balapan di MotoGP Italia, Minggu (31/5/2015), akhir pekan ini.
"Seperti yang sudah saya katakan pada Anda, saya fokus dalam memulihkan lengan. Sekarang, yang terpenting adalah kembali ke kondisi 100%," tulis Pedrosa dalam blognya di situs resmi Honda.
"Saya antusias pergi ke Italia, tapi saya butuh untuk berhati-hati setelah menjalani sesi fisioterapi terakhir. Saya ingin memulihkan ritme sedikit demi sedikit, tapi hasrat yang saya butuhkan adalah kembali ke motor," lanjut Pedrosa.
Balapan di Mugello disebut rider asal Spanyol itu selalu menyulitkan. Sebabnya adalah karakter sirkuit yang sangat menantang, meski di sisi lain memiliki suasana yang mengasyikkan karena suporter Italia yang fanatik.
"Mugello sudah jelas, secara teknis merupakan sirkuit yang sulit. Saya katakan kalau itu adalah salah satu sirkuit paling sulit. Saya pikir semua pebalap akan mengingat bagaimana rasanya tampil di sana saat menjadi rookie."
Itu juga jadi balapan yang sulit terkait bagaimana menjaga fokus karena luas dan sangat ribut dengan pesta yang digelar tifosi dan juga musiknya, tapi itu tetap punya sisi positif. Begiulah seharusnya suasana tribun balapan GP. Fans Italia sangat bersemangat. Mereka benar-benar penggemar motor, dan mereka berdedikasi. Atmosfer di setiap hari Minggu selalu tidak bisa tergambarkan, itu sesuatu yang harus Anda rasakan," paparnya.
(Doni Wahyudi/Femidiah)











































