Pertanda buruk untuk Marquez di MotoGP Italia sudah terlihat saat dia bahkan tidak lolos Q2 dan akhirnya dapat posisi start 13. Sepanjang kariernya di MotoGP, ini merupakan capaian terburuk di kualifikasi.
Namun saat balapan dimulai Marquez tampil menggila. Dia langsung melesat ke posisi depan tak lama setelah start dan dengan meyakinkan menyalip satu per satu lawan yang ada di depannya.
Sempat berada di posisi dua, Marquez tidak mampu mengimbangi kecepatan motor Yamaha tunggangan Jorge Lorenzo. Marquez kemudian malah dapat tekanan hebat dari duo Ducati: Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso.
Saat posisinya dalam tekanan Marquez membuat kesalahan. Ban depannya tergelincir saat menikung ke kanan. Marquez kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Di atas gravel dia terlihat sangat menyesali kecelakaan yang dialami.
"Lap-lap pertama sangat bagus, terutama lap pertama dan seperti itulah yang saya rencanakan. Dalam pikiran saya, saya memang harus mengambil risiko pada beberapa lap awal untuk bisa berada di sana (barisan depan) dan setelah saya melihat ada di belakang Lorenzo usai tiga lap saya merasa sangat gembira."
"Kami sudah melakukan pekerjaan yang sangat sulit, lap pertama. Tapi di bagian kedua balapan saya sangat kesulitan. Saya sudah habis-habisan di setiap tikungan dan pada akhirnya saya kecelakaan. Tapi tak mengapa, yang penting kami berusaha," ucapnya usai balapan seperti diberitakan Crash.
Gagal dapat poin membuat Marquez tercecer jauh dalam persaingan menjadi juara dunia. Setelah enam balapan terlewati dia sudah ketinggalan 49 poin dari Valentino Rossi di posisi teratas.
(Doni Wahyudi/Okdwitya Karina Sari)











































