Lorenzo mengumpulkan 75 poin dalam tiga balapan terakhir, di mana dia menuntaskan seluruh race itu dengan jadi juara. Sementara dalam kurun yang sama Rossi mengumpulkan 52 angka.
Komposisi tersebut membuat jarak antara dua rider Yamaha itu merapat dalam waktu yang relatif singkat. Jika selepas balapan di Argentina selisih kedua tim mencapai 29 angka maka kini tinggal enam poin saja.
Tiga kemenangan beruntun yang diraih menunjukkan Lorenzo sudah kembali ke performa terbaiknya. Penampilan solidnya di Mugello jadi bekal menghadapi race selanjutnya di Katalunya, tempat di mana dia bisa merebut puncak klasemen dari tangan Rossi andai berhasil jadi juara sementara rekan setimnya itu finis di luar dua besar.
"Valentino menjalani musim yang luar biasa dan selalu berada di podium. Saya beruntung hari ini (Andrea) Iannone berada di depannya (posisi dua) sehinga ada empat poin tambahan yang saya dapat," ujar Lorenzo menyoal hasil MotoGP Italia.
"Sulit untuk merapatkan jarak dengan Valentino meski saya sudah memenangi tiga balapan beruntun. Tapi lebih baik tertinggal enam poin dibanding 29, jadi kamu sudah membuat pekerjaan yang hebat untuk memangkas angka-angka itu," lanjut Lorenzo.
Meski belum lagi meraih kemenangan setelah balapan di Argentina, Rossi tampil sangat konsisten di musim ini. Dia adalah satu-satunya pebalap yang selalu naik podium di enam race yang sudah digelar. Di Mugello, Minggu (31/5/2015) malam WIB dia finis ketiga setelah dapat posisi start delapan.
"Segalanya bisa terjadi di Montmelo (Katalunya) dan saya juga bisa kehilangan poin, saya bisa finis di belakang Valentino, duo Ducati dan Marquez, jadi saya harus terus menginjak bumi, terus bekerja, Yamaha akan terus bekerja dan ini bisa menjadi tahun kami, jadi kami harus memanfaatkannya," ucap Lorenzo di Crash.
(Doni Wahyudi/Okdwitya Karina Sari)











































