Finis sebagai runner-up dalam balapan di sirkuit Catalunya, Minggu (14/6/2015) malam WIB kemarin membuat Rossi saat ini berada dalam tekanan besar Lorenzo. Rekan setimnya itu sekarang hanya berjarak satu poin di papan klasemen. Rossi mengumpulkan nilai 138, sementara Lorenzo punya 137 angka.
Menatap paruh kedua musim ini, Rossi yang tengah mengincar gelar juara dunia ke-10 niscaya mulai memikirkan cara menghentikan laju rekan setim sekaligus rivalnya itu. Kenyataannya, Lorenzo tampil impresif dengan memenangi empat seri terakhir secara beruntun.
Rossi sendiri sebenarnya terbilang konsisten sejauh ini. Dia satu-satunya pebalap yang tak pernah absen naik podium. Pebalap 36 tahun itu sudah menang dua kali, jadi runner-up dua kali, dan tiga kali finis di tangga ketiga.
Namun Rossi menyadari itu tak akan cukup untuk membawanya merengkuh titel juara dunia jika Lorenzo juga terus konsisten finis terdepan. Pria Italia itu mengakui mengusung misi sulit finis di depan Lorenzo di balapan-balapan selanjutnya, dengan yang terdekat di trek Assen, Belanda.
"Saya sudah selalu berada di posisi teratas sejak balapan pertama dan penting untuk mempertahankannya. Tapi sekarang selisih poinnya cuma satu angka, jadi untuk menjaga posisi terdepan berarti saya harus finis di depan Jorge dan itu sulit," kata Rossi dikutip Crash.
"Di sisi lain, saya senang karena ini merupakan balapan yang penting setelah tiga balapan yang cukup sulit. Di sini situasinya lebih baik karena sejak Sabtu pagi saya sudah cukup tangguh. Itu memberi kami kepercayaan diri yang bagus."
"Sekarang kami akan beristirahat dan menuju ke Assen, sebuah trek yang disukai semua orang tapi kondisinya berbeda. Daya cengkeramnya bagus di sana tapi cuacanya berubah-ubah. Anda tak pernah tahu di Assen," tandasnya.
(raw/krs)











































