Empat kemenangan yang diraih Lorenzo dalam empat balapan terakhir berhasil memangkas ketertinggalannya dari Valentino Rossi. Kalau bulan lalu jarak antara keduanya masih 29 poin, maka setelah balapan di Catalunya akhir pekan kemarin mereka cuma terpaut satu angka saja.
Dengan Yamaha masih punya performa motor terbaik saat ini, persaingan Rossi dan Lorenzo diyakini akan semakin sengit dan bertahan sampai akhir musim. Maka kekhawatiran kalau keduanya kembali berseteru pun kembali muncul seperti di musim 2009 dan 2010 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak punya masalah (dengan persaingan Rossi dan Lorenzo). Bagaimanapun, kita harus memahami kalau keduanya sangat kompetitif. Saat mulai mendekati gelar juara dunia, tensinya akan bertambah. Yang terpenting adalah mewaspadai kondisi ini. Kami harus belajar bagaimana mengatasinya," sahut Jarvis dalam wawancara dengan Marca.
"Kondisinya berbeda dengan beberapa tahun lalu. Kedua pebalap sudah lebih matang. Sisi kanan dan kiri (garasi) bekerja sama dengan baik. Ada rasa saling menghormati. Keduanya bekerja sama dan bekerja dengan sangat baik juga saling menghormati. Itulah, pondasinya bagus, tapi olahraga ini berada di level tertinggi," lanjutnya.
Jarvis menyebut kalau lawan pertama setiap pebalap adalah rekan setimnya sendiri. Namun dia berharap Rossi dan Lorenzo bisa menuntaskan sendiri masalah mereka tanpa harus ditengahi oleh manajemen Yamaha.
"Pada akhirnya, meski Anda bertarung memperebutkan juara dunia, lawan pertama adalah rekan setim. Tentunya jika kondisi ini berlanjut (persaingan Lorenzo dan Rossi), tensinya akan tumbuh. Apa yang saya harapkan adalah mereka mampu mengendalikan diri mereka sendiri. Kami tidak boleh kehilangan poin yang akan menguntungkan para rival," tuntas dia.
(din/din)











































