Yamaha Tak Akan Diam Kalau Rossi dan Lorenzo 'Panas' Lagi

Yamaha Tak Akan Diam Kalau Rossi dan Lorenzo 'Panas' Lagi

Doni Wahyudi - Sport
Rabu, 17 Jun 2015 08:54 WIB
Yamaha Tak Akan Diam Kalau Rossi dan Lorenzo Panas Lagi
LLUIS GENE/AFP/Getty Images
Jakarta - Dari seri ke seri, persaingan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo makin sengit. Kubu Yamaha sudah berjaga-jaga kalau relasi keduanya kembali memanas, seperti yang terjadi beberapa tahun lalu.

Empat kemenangan yang diraih Lorenzo dalam empat balapan terakhir berhasil memangkas ketertinggalannya dari Valentino Rossi. Kalau bulan lalu jarak antara keduanya masih 29 poin, maka setelah balapan di Catalunya akhir pekan kemarin mereka cuma terpaut satu angka saja.

Dengan Yamaha masih punya performa motor terbaik saat ini, persaingan Rossi dan Lorenzo diyakini akan semakin sengit dan bertahan sampai akhir musim. Maka kekhawatiran kalau keduanya kembali berseteru pun kembali muncul seperti di musim 2009 dan 2010 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika ketika itu perseteruan antara kedua pebalap berujung pada hengkangnya Rossi ke Ducati, untuk kali ini Yamaha sudah menyiapkan antisipasi. Bos Yamaha, Lin Jarvis memastikan kalau mereka akan turun tangan jika perseteruan sampai terjadi antara dua rider-nya itu.

"Saya tidak punya masalah (dengan persaingan Rossi dan Lorenzo). Bagaimanapun, kita harus memahami kalau keduanya sangat kompetitif. Saat mulai mendekati gelar juara dunia, tensinya akan bertambah. Yang terpenting adalah mewaspadai kondisi ini. Kami harus belajar bagaimana mengatasinya," sahut Jarvis dalam wawancara dengan Marca.

"Kondisinya berbeda dengan beberapa tahun lalu. Kedua pebalap sudah lebih matang. Sisi kanan dan kiri (garasi) bekerja sama dengan baik. Ada rasa saling menghormati. Keduanya bekerja sama dan bekerja dengan sangat baik juga saling menghormati. Itulah, pondasinya bagus, tapi olahraga ini berada di level tertinggi," lanjutnya.

Jarvis menyebut kalau lawan pertama setiap pebalap adalah rekan setimnya sendiri. Namun dia berharap Rossi dan Lorenzo bisa menuntaskan sendiri masalah mereka tanpa harus ditengahi oleh manajemen Yamaha.

"Pada akhirnya, meski Anda bertarung memperebutkan juara dunia, lawan pertama adalah rekan setim. Tentunya jika kondisi ini berlanjut (persaingan Lorenzo dan Rossi), tensinya akan tumbuh. Apa yang saya harapkan adalah mereka mampu mengendalikan diri mereka sendiri. Kami tidak boleh kehilangan poin yang akan menguntungkan para rival," tuntas dia.

(din/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads