Lorenzo sebenarnya mengawali musim ini dengan kurang apik. Di tiga balapan pertama dia cuma dua kali finis keempat dan satu kali finis di posisi lima.
Tapi kemudian Lorenzo bangkit di MotoGP Spanyol dengan juara di trek Jerez. Sejak saat itu, tiga kemenangan berikutnya diraih. Empat kemenangan secara beruntun itulah yang kemudian membawanya menyusul sang rekan setim, Valentino Rossi, di klasemen pebalap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka balapan di sirkuit Assen akhir pekan ini diyakini bakal jadi arena pertarungan seru keduanya. Jika Lorenzo punya bekal empat kemenangan berurutan, maka Rossi didukung catatan konsisten.
Rossi selalu finis podium di tujuh balapan sejauh ini, dengan dua kali juara, dua kali jadi runner-up, dan tiga kali finis ketiga. Fakta Rossi dan Lorenzo saat ini unggul 43 poin dari Andrea Iannone di peringkat tiga menjadi faktor lain kenapa Assen diperkirakan jadi panggung duo Yamaha.
Namun Lorenzo punya tantangan yang besar menatap balapan nanti. Dia sudah tak pernah juara di sana sejak terakhir kali pada 2010 silam. Dalam empat musim terakhir, catatannya adalah finis keenam, kelima, dan ke-13 sementara satu lainnya gagal finis.
Di musim 2011, Lorenzo yang start dari posisi empat langsung terjatuh saat putaran pertama baru berjalan setengah. Dia bertabrakan dengan Marco Simoncelli yang saat itu mencoba melewatinya. Lorenzo pada prosesnya mampu bangkit lagi dan melanjutkan balapan, hingga kemudian finis di posisi enam.
Semusim berikutnya, kesialan serupa menghampiri Lorenzo. Start dari posisi tiga, Lorenzo malah terjatuh di tikungan pertama setelah bersenggolan dengan Alvaro Bautista. Rider Spanyol itu tak mampu melanjutkan balapan, tapi beruntung baginya kehilangan poin di Assen tak membuatnya gagal meraih juara dunia musim tersebut.
MotoGP Belanda pada musim 2013 menjadi sebuah balapan yang sangat menyakitkan untuk Lorenzo, dalam arti sebenarnya. Usai mendapatkan dua kemenangan di dua seri sebelumnya, pebalap kelahiran Palma itu berambisi melanjutkan tren di Assen.
Nahas di sesi latihan bebas kedua yang berjalan dalam kondisi basah, dia kehilangan kendali saat motornya tengah melaju kencang. Lorenzo terpelanting dan terbanting ke aspal, menyebabkan tulang selangkanya patah.
Dia langsung menjalani operasi di Spanyol. Yang mengejutkan, hanya sehari setelah operasi Lorenzo langsung kembali ke Assen dan memutuskan ikut balapan. Start dari posisi 12, pebalap yang kini berusia 28 tahun itu finis kelima. Melalui 26 lap penuh penderitaan, Lorenzo tak kuasa menahan tangis di paddock.
Kecelakaan di musim 2013 itu kemudian memengaruhi Lorenzo di musim 2014 lalu. Harus memulai dari posisi sembilan, hujan di awal balapan membuat situasi makin rumit. Dia pada akhirnya finis di posisi 13.
Usai balapan, Lorenzo meminta maaf kepada timnya karena mengaku dihantui rasa takut akan insiden musim lalu.
"Masalahnya adalah ketika saya berganti ke ban kering dan saya melihat sejumlah titik di beberapa tikungan, saya cuma tidak mau ambil risiko untuk terjatuh lagi dan cedera lagi di trek ini," kata Lorenzo dilansir Fox Sports.
"Mungkin kenangan tahun lalu membuat saya terlalu sadar akan risiko dan terlalu takut untuk mengebut," tandasnya waktu itu.
Maka di Assen akhir pekan nanti, Lorenzo juga bakal dinantikan pembuktiannya. Berhasilkah dia menghentikan catatan buruk itu? Mampukah Lorenzo meraih kemenangan kelimanya yang beruntun dan mencatatkan rangkaian kemenangan terpanjangnya?
(raw/krs)











































