Marc Marquez yang terlalu berani di atas motornya sudah dapat kritik dari banyak pebalap. Kubu Honda menyebut rider mengakui rider andalannya itu sangat agresif, tapi tidak sampai membahayakan.
Pebalap terakhir yang mengomentari gaya membalap Marquez adalah Andrea Iannone. Rider asal Italia yang memperkuat Ducati itu menyebut Marquez harus lebih tenang supaya tidak membahayakan pebalap lain.
Pernyataan itu dibuat Iannone tak lama setelah Marquez dan Valentino Rossi terlibat insiden di MotoGP Belanda. Di tikungan terakhir jelang garis finis keduanya bersenggolan yang membuat Rossi keluar lintasan, meski itu tak sampai menghalanginya meraih kemenangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suppo berharap media dan pendukung Rossi tidak memberikan justifikasi tertentu pada Marquez atas rivalitas keduanya saat ini. Suppo mengingatkan kembali kondisi kondisi serupa yang terakhir terjadi yang melibatkan Jorge Lorenzo dan Marco Simoncelli.
"Orang-orang harusnya berpikir matang-matang sebelum mengatakan suatu hal, karena kami sudah menghadapi hal yang sama dengan [Marco] Simoncelli. Tanggapan buruk soal Marco dimulai di Spanyol, sebagaimana sekarang terjadi di Italia antara Marc dan Valentino. Ketenangan dibutuhkan di sini."
"Di Barcelona Marc mengalami kecelakaan dengan Lorenzo saat mengerem, tapi setelah melebar dia memilih untuk keluar lintasan demi tidak menabrak Jorge. Jadi dia pikir, dia bukan orang yang bodoh. Dia dia tidak berbahaya," tuntas Suppo di Autosport.
(din/mfi)











































