Balapan di Misano dalam Angka

Balapan di Misano dalam Angka

Kris Fathoni W - Sport
Senin, 07 Sep 2015 12:31 WIB
Balapan di Misano dalam Angka
Getty Images/Mirco Lazzari
Jakarta -

Akhir pekan ini akan menghadirkan balapan berikutnya dalam kejuaraan dunia balap motor grand prix, baik di kelas MotoGP, Moto2, maupun Moto3. Berikut sejumlah catatan menarik menjelang balapan tersebut.

Sebagaimana dirangkum MotoGP.com, ada sejumlah hal menarik menyongsong balapan di Misano, San Marino, nanti. Salah satunya dari MotoGP, dengan pemuncak klasemen sementara Valentino Rossi bisa membuat sebuah torehan istimewa jika kembali naik podium tertinggi sebagaimana di Silverstone lalu.

Berikut catatan-catatan tersebut:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

249 – Poin rider Moto2 Johann Zarco, sejumlah 249 poin, merupakan total poin tertinggi yang dicapai dari 12 balapan pada kelas menengah sejak 258 poin dari Max Biaggi pada fase yang sama di kejuaraan 250cc tahun 1995.

224 – Poin rider Moto3 Danny Kent, sejumlah 224 poin, merupakan poin tertinggi oleh seorang rider pebalap Inggris Raya di kelas ringan balapan grand prix, cuma setengah poin lebih besar daripada 223,5 poin dari Bradley Smith pada kelas 125cc tahun 2009.

85 – Johann Zarco memiliki 85 poin keunggulan di puncak klasemen Moto2 setelah menang di Silverstone: ini merupakan keunggulan terbesar yang pernah dimiliki rider mana pun usai 12 balapan musim kelas menengah di kejuaraan dunia balap motor grand prix.

25 – Rider Moto2 Sam Lowes akan merayakan ulang tahun ke-25 pada hari balapan di Misano.

16 - Kemenangan Valentino Rossi di Silverstone lalu merupakan finis podium ke-16 untuknya secara berturut-turut. Balapan terakhir ia tidak naik podium adalah di grand prix Aragon tahun lalu ketika ia crash dalam putaran empat balapan.

15 – Di grand prix Inggris Raya lalu Jakub Kornfeil menjadi rider ke-15 berbeda yang finis di zona podium kelas Moto3 musim ini. 15 rider itu sendiri berasal dari sembilan kebangsaan berbeda.

10 – Tatsuki Suzuki finis di posisi 10 pada balapan Moto3 di Silverstone lalu, yang jadi finis 10 besar pertama oleh rider Jepang di kelas Moto3. Kali terakhir hal semacam itu terjadi di kelas ringan balapan grand prix adalah pada balapan 125cc di Jerez pada tahun 2011 atas nama Hiroki Ono yang menyudahi balapan di posisi delapan.

7 tahun – Di grand prix Inggris Raya lalu Danilo Petrucci finis di atas podium MotoGP untuk menjadi rider Ducati pertama dari tim satelit yang bisa naik podium sejak finis ketiga Toni Elias di Misano pada 2008. Hasil ini juga menyamai capaian terbaik dari rider tim satelit Ducati yang dicapai oleh Toni Elias di Brno pada 2008.

6 tahun – Sudah enam tahun berlalu sejak Valentino Rossi berhasil meraih kemenangan beruntun dalam balapan grand prix, ketika ia menang di Catalunya dan Dutch TT pada 2009. Jika ia berhasil menang lagi di Misano maka Rossi (36 tahun) akan menjadi rider tertua kedua yang memenangi balapan kelas primer secara beruntun, di belakang Les Graham yang memenangi dua balapan terakhir 1952 pada usia 41 tahun.

3 – Di Silverstone Danilo Petrucci menjadi rider ketiga berbeda yang naik podium dengan Ducati pada 2015. Kali terakhir ada tiga rider berbeda yang bisa naik podium dengan motor Ducati pada satu musim adalah pada 2007, ketika Casey Stoner, Loris Capirossi, dan Alex Barros sama-sama punya finis tiga besar dengan Ducati.


-----

Saksikan pula acara nonton bareng MotoGP San Marino bersama detiksport di Bandung. Info lengkap dan pendaftaran, klik di sini.



(krs/raw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads