Sirkuit Sentul, Bogor, disebut-sebut bakal jadi venue perhelatan MotoGP 2017. Pengelola sirkuit, Tinton Soeprapto, mengklaim Sentul hanya perlu renovasi 40 persen dengan biaya Rp 150 miliar untuk jadi tempat balapan nanti.
Kabar itu muncul setelah Dorna selaku penyelenggara MotoGP bertandang ke Indonesia beberapa bulan lalu. Mereka menemui Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dan pengelola Sirkuit Sentul.
Dengan sirkuit dan fasilitas yang dimiliki, banyak pihak yang meragukan Sentul bisa menggelar MotoGP. Bahkan, ada usulan untuk membangun sirkuit baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sentul pernah menggelar Superbike empat kali, sejak 1994-1997. Boleh orang berpikir tidak mungkin Sentul jadi tempat balapan MotoGP, tapi saya yakin bisa," kata Tinton yang dihubungi detikSport, Kamis (10/9/2015).
(Baca juga: Jika Indonesia Jadi Gelar MotoGP di 2017, Sudah Siapkah Sentul?)
"Pasar jadi alasan utamanya. Kita mempunyai populasi nomor empat di dunia. Pasarnya ada. Sirkuit sudah ada, hanya butuh direnovasi, di make up lagi. Bayar deposit, asal sudah setengah jalan, kami bisa bayar. Sumbernya dari tiket."
"Untuk renovasinya ayo dong kita keroyokan. Di sini dibutuhkan peran serta pemerintah, antardepartemen. Ada menpora dan menteri pariwisata yang bersinggungan langsung. PU kan punya aspal, beton. Semen pemerintah juga punya. Akses kita bisa berkomunikasi dengan departemen perhubungan. Berkaca pada pelaksanaan SEA Games 2011 dengan balap sepeda road race, saya rasa tidak ada masalah."
"Kalau melihat kondisi Sirkuit Sentul saat ini, hanya butuh renovasi 40 persen. Anggaran sekitar Rp 150 miliar. Setahun renovasi, dengan harus mulai Desember ini. Kami hanya butuh pengakuan, dalam hal ini ya presiden," jelas dia.
(Baca juga: MotoGP Kembali ke Indonesia: Untuk Pebalap, Fans, Pabrikan dan Ekonomi)
Beberapa bagian yang harus direnovasi itu, lanjut Tinton, termasuk trek sirkuit. Juga penambahan tribun penonton. Saat ini baru ada dua blok tribun penonton dan paddock yang harus diubah lay out-nya.
Tinton juga optimistis bakal muncul pebalap-pebalap yang kompetitif jika Indonesia menjadi salah satu lokasi MotoGP. Dia menargetkan di tahun kedua bakal ada pebalap yang bersaing di ajang balap motor paling bergengsi itu.
"Materi pebalap kita punya. Di level Asia, pebalap kita bisa bersaing. Tinggal dipoles sedikit dan di tahun pertama kita masukkan pebalap lewat wildcard. Tahun kedua bisalah bersaing," tutur dia.
Beberapa pihak meragukan Sirkuit Sentul bisa digunakan kembali untuk menggelar ajang MotoGP karena banyaknya perbaikan yang harus dilakukan di sana untuk memenuhi kriteria yang ditetapkan FIM. Saat pertama kali isu Indonesia akan menggelar MotoGP muncul, pertanyaan terbesar memang soal ketersediaan sirkuit yang memadai. Hal mana juga jadi perhatian bos Tim Yamaha, Lin Jarvis.
"Kami tentu saja harus pergi ke pasar lain dan Thailand akan sangat-sangat menarik buat kami. Akan sangat menarik juga untuk digelar di Indonesia jika kami punya kesempatan di sana, jika mereka membangun sirkuit baru," ujar Jarvis di MCN beberapa waktu lalu.
(Baca juga: Mau Gelar MotoGP, Indonesia Disarankan Bikin Sirkuit Baru) (fem/din)











































