Beberapa bulan lalu Dorna selaku promotor MotoGP sudah mengunjungi Indonesia dan bertemu pemerintah, dalam hal ini Kementrian Pariwisata, untuk membicarakan kemungkinan Indonesia jadi tuan rumah balapan tersebut.
Meski demikian, belum ada kesepakatan yang dicapai di antara kedua pihak mengingat masih banyak PR yang harus dikerjakan sebelum adanya deal. Walaupun belum ada hitam di atas putih, tapi tetap saja kabar ini seperti memberi angin segar untuk para penggila MotoGP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hampir dua dekade masyarakat Indonesia hanya mampu menikmati aksi tersebut lewat layar kaca, karena menonton langsung tentu membutuhkan biaya tak sedikit. Seri terdekat pun hanya di Sepang, Malaysia.
"Sebenarnya ikutan senang kalau ada MotoGP di sini, berarti Dorna melihat Indonesia sebagai sebuah pasar besar. Dilihat dari kacamata pebalap tentunya peluang pebalap Indonesia untuk masuk MotoGP lebih besar," tutur pebalap Yamaha Indonesia, Imanuel Pratna, dalam perbincangan dengan detikSport.
Namun, menggelar MotoGP bukanlah pekerjaan mudah dan bakal jadi mimpi di siang bolong belaka jika tak dilakukan dengan serius. Contoh saja, Indonesia harus memberi dana jaminan sebesar 7 juta euro atau sekitar Rp 111 M, jika ingin menjadi tuan rumah.
Dengan dana sebesar itu, Indonesia sebetulanya dinilai bisa mengalihkannya ke pembangunan sejumlah sirkuit kelas internasional di berbagai daerah demi perkembangan pebalap Indonesia. Apalagi sirkuit Sentul yang ada saat dianggap sudah tidak lagi memadai.
"Kalau soal persiapan sudah cukup sih menurut saya, tinggal sirkuit saja. Fans MotoGP sudah banyak. Fans MotoGP Sepang yang datang sebagian besar Indonesia. Lalu, yang penting juga dipermudah custom-nya (pengurusan bea cukai) untuk perlengkapan tim MotoGP. Apalagi tim-tim MotoGP beberapa minggu sebelumnya harus pergi," paparnya.
"Dilihat dari perspektif lain, lebih baik sih (uang 7 juta euro) mengubah sirkuit yang ada di sini dan juga membangun yang baru. Tapi sebagai uang jaminan untuk jadi tuan rumah MotoGP, itu kan berarti membawa MotoGP ke Indonesia, otomatis sirkuit di Indonesia akan diperbaiki."
"Harapan saya sendiri ingin banget MotoGP di sini, Paling tidak kalau bukan tahun ini, mungkin tahun-tahun berikutnya sudah siap. Pastinya bakal ada pebalap Wild Card Indonesia di atas lintasan," tutup Imanuel.
(mrp/raw)











































