MotoGP 2015 tinggal menyisakan lima seri balapan. Akhir pekan nanti Sirkuit Aragon, Spanyol, menjadi latar tempat bagi para pebalap bersaing memperebutkan poin-poin krusial.
Valentino Rossi dibuntuti Jorge Lorenzo dan Marc Marquez di klasemen sementara. Jika salah satu dari mereka lengah saat balapan, siap-siap saja perolehan poin terpangkas rivalnya.
Terbukti pada GP San Marino pekan lalu. Terperosok dan gagal finisnya Lorenzo membuat selisih poin pebalap berjuluk "Por Fuera" ini melebar menjadi 23 poin dengan Rossi. "The Doctor" sendiri hanya menyelesaikan lomba di posisi kelima di Misano.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rossi pasti juara! Mengikuti hasil balapan kemarin (GP Misano), karena dia telat masuk pit. Kali ini pasti Rossi!β kata anggota komunitas Yamaha Byson Club Bandung, Ahmad Bobby Hernawan (25) kepada detiksport.
Bobby memprediksi sirkuit Aragon bakal memberi tantangan berupa lintasan lurus yang disambung dengan banyaknya tikungan tajam. Pada tikungan-tikungan tersebut, saling salip antarpebalap diprediksi akan terjadi.
Pengalaman Rossi bisa berbicara banyak untuk menaklukan lintasan Aragon. Sesuatu yang menjadi sisi keunggulan dia dari Lorenzo dan Marquez.
βBalik lagi ke pengalaman keduanya (Lorenzo dan Marquez). Jiwa muda Marquez mungkin membuatnya terlalu menggebu-gebu saat ngegas,β tambah Bobby.
Sepakat dengan Bobby, Ketua Komunitas CBR Club Bandung, Bayu Indra Permana (26) mengunggulkan Rossi naik podium tertinggi pada Minggu nanti. Meskipun demikian, dia sebetulnya menjadikan Marc Marquez sebagai pembalap favorit.
βRossi masih menguasai balapan, mungkin diikuti Marquez. Di belakang Marquez ada Lorenzo,β ujar Bayu.
Dia mengharapkan adanya persaingan ketat dari ketiga pembalap di setiap lap. Kalau boleh mengharapkan adanya kejutan, Bobby ingin Rossi dan Lorenzo terjatuh, supaya asa Marquez kembali juara MotoGP terjaga. Namun, rasanya itu sedikit mustahil. Sebab, kedua pembalap Movistar Yamaha MotoGP tersbut punya peluang yang lebih besar untuk juara sehingga bakal menjalani balapan dengan cerdik.
βMusim ini Rossi agak berhati-hati. Rossi mengutamakan bisa finis, tidak terlalu ngotot di Sirkuit Aragon,β tutur Bayu kembali.
Sebetulnya, Rossi selalu kesulitan mendapat hasil positif di Sirkuit Aragon. Musim lalu, pada lintasan sepanjang 5.078 km ini Rossi gagal finis. Sejak pertama kali sirkuit ini menggelar MotoGP pada 2010, baru sekali Rossi naik podium, yaitu posisi ketiga pada tahun 2013. Sisanya, Rossi gagal menembus posisi lima besar.
Kontras dengan pencapaian yang Lorenzo punya di sirkuit ini. Selain sukses menjadi yang terdepan pada balapan di Sirkuit Aragon tahun lalu, Lorenzo juga dua kali finis sebagai runner-up (2012 dan 2013) dan sekali finis di posisi ketiga (2011). Pencapaian terburuk yang dia punya hanya finis di peringkat keempat pada 2010.
Detiksport mengajak penggemar MotoGP untuk ambil bagian dan menjadi saksi dari sengitnya persaingan para pebalap dengan mengikuti acara nonton bareng MotoGP Aragon di Flavor Bliss, Jln. Alam Sutra Boulevard, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Acara yang bakal mulai pada pukul 18.00 WIB ini juga dimeriahkan suguhan penampilan musik, kuis, permainan, door prize, dan grand prize sepeda motor New Mio M3! Daftarkan diri Anda di sini!
(a2s/din)











































