Kondisi Alex de Angelis ternyata lebih buruk dari yang diduga sebelumnya. Pebalap IodaRacing Team itu kini dalam keadaan kritis dan masih dapat perawatan intensif di rumah sakit.
De Angelis mengalami kecelakaan dahsyat di sesi latihan bebas keempat MotoGP Jepang. Pebalap asal San Marino itu mengalami crash dalam kecepatan tinggi di antara tikungan 9 dan 10, yang pada akhirnya membuat sesi latihan bebas tersebut dihentikan.
De Angelis kemudian dibawa ke Rumah Sakit Dokkyo di Mibu dengan mengunakan helikopter untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih intensif. Hasil pemeriksaan yang dilakukan Sabtu (10/10/2015) waktu setempat menunjukkan pebalap berusia 31 tahun itu mengalami memar di paru-parunya. Beberapa tulang rusuknya juga retak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah menjalani CT scan di hari Sabtu yang hasilnya negatif - pengecekan selanjutnya yang dilakukan menggunakan MRI menunjukkan kalau dia mengalami pendarahan dalam tengkorak," demikian pernyataan Direktur Medis MotoGP, Dr Michele Macchiagodena.
"Dia dalam kondisi kritis dan harus terus dimonitor. Dia kini dalam keadaan tenang, tanda-tanda vitalnya stabil dan kami harus terus memantau pendarahannya untuk melakukan evaluasi, dalam 24 atau 48 jam ke depan untuk melihat apakah ada tindakan lanjutan harus dilakukan," lanjut Dr Michele di Autosport.
Tidak ada rekaman yang muncul dari kecelakaan yang dialami De Angelis. Namun dia diperkirakan kehilangan kendali atas motor Aprilia saat keluar dari tikungan sembilan dan menghantam pagar pembatas sirkuit.
Selama dirawat De Angelis akan terus ditemani tim dokter dari MotoGP. Selain itu pemilik Tim Ioda, Giampiero Sacchi, juga akan bertahan di Jepang untuk menemani pebalapnya. Keluarga De Angelis juga sudah dibawa ke Jepang untuk mendampingi rider berusia 31 tahun itu.
[Baca juga: Kecelakaan di Sesi Latihan, Alex de Angelis Dilarikan ke Rumah Sakit] (din/cas)











































