Ini Penjelasan Lengkap Race Director Terkait Insiden Rossi-Marquez

Kris Fathoni W - Sport
Minggu, 25 Okt 2015 19:41 WIB
REUTERS/Olivia Harris
Sepang -

Valentino Rossi dapat hukuman menyusul sebuah duel dengan Marc Marquez--yang sampai crash. Berikut penjelasan otoritas terkait di MotoGP soal insiden itu dan sanksi untuk Rossi.

MotoGP Malaysia, Minggu (25/10/2015) siang WIB, memunculkan Dani Pedrosa (Repsol Honda) sebagai pemenang. Ia finis di depan dua rider Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi. Laju Rossi untuk menempati posisi itu sendiri menghadirkan kisah dramatis yang malah boleh jadi membuat jalannya balapan secara keseluruhan jadi kalah seru.

Dalam balapan Rossi harus mendapat persaingat amat sengit dari Marquez, rekan setim Pedrosa. Pada putaran tujuh, duel keduanya mencapai klimaks dengan Marquez akhirnya terjatuh. Yang jadi masalah adalah, insiden ini memunculkan sejumlah dugaan; yang utama adalah apa Rossi sengaja menjatuhkan lawannya, juga seberapa jauh peran Marquez dalam insiden yang lantas menyudahi balapannya sendiri.

Pada prosesnya, Race Direction selaku pihak yang berwenang langsung melakukan penyelidikan. Rossi akhirnya menjadi pihak yang mendapatkan tiga poin penalti, yang tambahan satu poin penalti lain darinya musim ini sudah membuat The Doctor mengantongi empat poin hukuman tersebut sehingga diharuskan mengawali balapan pada seri pamungkas di Valencia dari posisi terakhir.

Atas rangkaian kejadian tersebut, berikut pemaparan Race Director MotoGP Mike Webb yang ditemui oleh Crash di paddock lintasan Sepang setelah balapan.

"Saya tidak akan mengutip apa persisnya ucapan kedua pebalap tapi saya bisa memberi gambaran umumnya. Jadi dari pengamatan kami, kelihatannya itu merupakan sebuah gerakan yang disengaja dari Rossi untuk mendorong Marquez dari lintasan, atau membuatnya melebar," ujar Webb.

"Kami sudah mendengar dari kedua rider. Marquez bilang kepada kami bahwa ia cuma melaju seperti balapannya yang biasa dan mengurusi lajunya sendiri, membuat manuver-manuver melewati Rossi tanpa adanya kontak. Yang merupakan kenyataan. Dan ia tak berniat mengganggu Valentino."

"Di sisi lain mengatakan bahwa jelas dari sudut pandangnya bahwa Marc dengan sengaja melambatkan laju dan membuat Valentino jadi sulit mengembangkan balapannya. Bahwa ia dengan sengaja melebar agar memberinya keuntungan demi menjauhkan diri dari Marquez."

"Pada akhirnya kami percaya ada kesalahan di masing-masing pihak. Terlepas dari perkataan Marquez, kami pikir ia dengan sengaja berusaha mempengaruhi laju Valentino. Tetapi ia tidak benar-benar melanggar peraturan apa pun. Terlepas dari bagaimana pemikiran kita tentang semangat persaingan, menurut buku peraturan ia tidak membuat kontak. Manuvernya bersih. Ia melaju sesuai peraturan."

"Valentino bereaksi terhadap apa yang ia anggap sebagai provokasi dari Marquez dan sayangnya reaksinya merupakan sebuah manuver yang menyalahi peraturan. Itu merupakan cara melaju tak bertanggung jawab yang membuat adanya sebuah crash. Kami percaya kontak yang ada memang disengaja. Ia bilang tak mau Marquez crash, tapi ia memang berniat mendorongnya agak melebar," bebernya.

Webb juga menyatakan bahwa pihak Race Direction tidak langsung mengambil keputusan dalam balapan karena ingin lebih dulu bicara kepada dua rider yang terlibat selain juga mencermati hasil tayangan ulang video.

Sementara mengenai adanya dugaan Rossi sudah dengan sengaja menendang Marquez sampai jatuh, Webb pun menyatakan bahwa tidak ada bukti konkret yang mengindikasikan ke arah hal tersebut.

"Bukti dari Rossi adalah bahwa kakinya terlepas dari pijakan kaki sebagai hasil dari kontak kedua rider. Dari seluruh bukti video, tidak ada gambar yang jelas-jelas memperlihatkan kakinya terlepas dari pijakan karena adanya kontak atau ia sengaja menendang. Saya tak memiliki bukti nyata seperti yang Anda inginkan (atas jatuhnya Marquez)," beber Webb.



(krs/a2s)