Bos Yamaha Tidak Bela Tindakan Rossi tapi Tegaskan Tak Ada Tendangan

Bos Yamaha Tidak Bela Tindakan Rossi tapi Tegaskan Tak Ada Tendangan

Kris Fathoni W - Sport
Senin, 26 Okt 2015 10:50 WIB
Bos Yamaha Tidak Bela Tindakan Rossi tapi Tegaskan Tak Ada Tendangan
Getty Images/Mirco Lazzari
Sepang -

Managing Director Movistar Yamaha Lin Jarvis melontarkan penilaian atas insiden yang melibatkan ridernya, Valentino Rossi, dengan rider Repsol Honda Marc Marquez.

Insiden yang melibatkan kedua pebalap itu terjadi di MotoGP Malaysia, Minggu (25/10/2015) kemarin, dengan Marquez akhirnya terjatuh di putaran tujuh dan Rossi mendapatkan hukuman start dari posisi akhir pada balapan pamungkas di Valencia dua pekan mendatang.

Pada awalnya, segera setelah Marquez terjatuh, muncul dugaan kalau Rossi menendangnya karena tampak ada pergerakan kaki dari si Italiano. Tetapi Race Direction yang menyelidiki sudah menyatakan tidak ada bukti mengenai asumsi itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari beberapa tayangan ulang yang diperlambat, helm Marquez bahkan terlihat lebih dulu menyentuh dengkul Rossi sebelum akhirnya terjatuh. Jarvis pun yakin benar Rossi memang tak menendang Marquez.



"Bukan cuma dari apa yang sudah saya lihat, tapi dari perkataan Valentino kepada saya," sebut Jarvis di MotoGP.com.

"Saya pikir gambar yang ada mendukung hal tersebut. Sebuah tendangan secara umum merupakan gerakan agresif; dalam hal ini kakinya bergerak, dan pada dasarnya Valentino bilang kakinya tersentuh dan kemudian terlepas dari pijakan, dan bergerak."

"Menurut saya tidaklah bijak menendang sebuah RC213V seberat 157kg," tuturnya.

Ketika ditanya apa tindakan Rossi dalam duelnya dengan Marquez dapat dibenarkan, ia pun menegaskan. "Saya tidak membela tindakannya. Itu mengapa ia sudah menerima penalti karena tindakannya dinilai tidak sesuai dengan peraturan balap."

"Apa pun juga tuga kami sebagai tim adalah melindungi kepentingan para rider kami, jadi walaupun kami tidak dapat membantah aksi Valentino bukanlah sesuatu yang ingin kami lihat di MotoGP, di saat yang sama kami merasa hukumannya terlalu berat; tiga poin hukuman padahal Valentino pada dasarnya bukan pebalap kotor. Ia bukanlah rider yang suka bikin masalah ke pihak lain, jadi sebagai sebuah tim kami pun mengajukan banding ke FIM terhadap keputusan pertama dari Race Direction," beber Jarvis.





(krs/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads