Rossi saat ini masih memimpin klasemen kejuaraan dunia dengan nilai 312. Dia unggul tujuh angka dari rival terdekat sekaligus rekan satu tim, Jorge Lorenzo, di posisi dua.
Dalam situasi ideal, Rossi tentu punya kesempatan bagus untuk merengkuh gelar juara dunia musim ini. Tapi situasinya tidak demikian, Rossi justru hampir tak punya kesempatan untuk mendapatkan titelnya yang kesepuluh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga poin penalti itu didapatnya sebagai buntut dari insidennya dengan rider Repsol Honda Marc Marquez di Sepang. Meski Race Direction melihat Rossi tak punya maksud menjatuhkan Marquez di putaran ketujuh, tapi manuvernya mendesak dan menahan Marquez ke bagian luar tikungan dianggap salah.
Setelah sebelumnya mengaku tak yakin bakal turun balapan di Valencia, Rossi mengungkapkan bahwa kansnya memang sudah tidak ada jika harus start dari posisi paling belakang. Apalagi pebalap 36 tahun itu yakin Lorenzo bakal melaju dengan leluasa, menyinggung 'bantuan' dari Marquez.
"Sanksinya sudah hampir membuat situasinya pasti, start paling belakang di Valencia sama dengan tidak ada kesempatan untuk berhasil. Dengan cara ini kejuaraan dunia terdistorsi," kata Rossi dikutip Autosport.
"Saya memberikan segalanya untuk memenangi titel ini. Kehilangan titel di trek itu satu hal sendiri, tapi cara ini jauh lebih menyakitkan."
"Kalau ini membantu, Marquez bakal membiarkan Lorenzo lewat di putaran terakhir (di Valencia)," ujarnya.
(raw/roz)











































