detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 27 Okt 2015 11:17 WIB

Rossi Tak Tendang Marquez, Dapat 3 Poin Hukuman karena Alasan-alasan Ini

Kris Fathoni W - detikSport
Getty Images/Mirco Lazzari Getty Images/Mirco Lazzari
Jakarta -

Valentino Rossi tidak menendang Marc Marquez sampai jatuh di Sepang walaupun ia tetap diberi tiga poin penalti dengan mempertimbangkan sejumlah alasan. Berikut penjelasannya.

Rossi dan Marquez terlibat insiden di Turn 14 putaran tujuh dalam balapan MotoGP Malaysia, Minggu (25/10/2015) lalu. Dalam insiden itu Marquez harus crash dan Rossi finis ketiga.

Pada awalnya Rossi diduga menendang Marquez sampai jatuh. Hal itu tak lepas dari kaki kiri Rossi yang tampak bergerak tepat sebelum Marquez crash. Apalagi ketika itu Rossi juga beberapa kali melirik Marquez.

[Baca juga: Mengamati Tiga Video Insiden Rossi-Marquez di Sepang]

Dari pengamatan tayangan ulang video yang diperlambat, kaki Rossi memang terlihat bergerak. Tetapi itu terjadi setelah adanya kontak dengan Marquez--helmnya terlihat kena dengkul Rossi, yang juga mengaku kakinya terkena stang motor Marquez.

[Baca juga: Tetap Menyangkal Menendang Marquez, Ini Penjelasan Lengkap Rossi!]

Seperti diberitakan sebelumnya, Race Direction pun telah menegaskan tidak ada bukti konkret bahwa Rossi menendang Marquez dalam insiden tersebut.

"Bukti dari Rossi adalah bahwa kakinya terlepas dari pijakan kaki sebagai hasil dari kontak kedua rider. Dari seluruh bukti video, tidak ada gambar yang jelas-jelas memperlihatkan kakinya terlepas dari pijakan karena adanya kontak, atau ia sengaja menendang. Saya tak memiliki bukti nyata seperti yang Anda inginkan (atas jatuhnya Marquez)," beber Race Director MotoGP Mike Webb.

[Baca juga: Ini Penjelasan Lengkap Race Director Terkait Insiden Rossi-Marquez]

Sehubungan dengan hal tersebut, Rossi tetap dapat hukuman karena manuvernya sudah membuat rider lain jatuh. Marquez sebaliknya lolos dari hukuman karena aksinya di atas lintasan tidak menyalahi peraturan apa pun.

Hukuman untuk Rossi berupa tiga poin penalti. Dalam peraturan mengenai sistem tersebut Race Direction sebenarnya dapat menjatuhkan poin hukuman berkisar dari 1 sampai 10, bergantung pada pelanggaran. Lantas apa pertimbangan Rossi diganjar dengan tiga poin penalti?

"Kali terakhir hal ini terjadi, ketika seorang rider dengan sengaja membuat manuver yang mengakibatkan rider lain crash adalah di Jerez tahun ini (Karel Hanika dan Juan Francisco Guevara di Moto3). Dalam kasus itu kami memberikan lima poin penalti karena rider itu (Hanika) mengaku ia melakukannya dengan sengaja akibat rasa frustrasinya terhadap rider lawan," jelas Webb di Crash.

"Dalam kasus Valentino, ia menegaskan tidak dengan sengaja melakukan manuvernya (untuk membuat Marquez jatuh). Tetapi dari sudut pandang kami mengenai seluruh situasi--melihat semua bukti--adalah bahwa ia sengaja bergerak melebar sehingga dengan sengaja mengakibatkan kontak dalam usahanya memepet Marquez."

"Sementara Hanika lebih terang-terangan, 'Ya, aku berusaha mengenai rider lawan, aku ingin melukainya'. Kalau kasus ini (Rossi) merupakan 'Aku melakukannya karena kesalahan' walaupun pada akhirnya tetap saja berujung pada sebuah crash," bebernya.

Ketika memutuskan hukuman untuk Rossi, Race Direction juga mempertimbangkan aksi Marquez dalam seluruh rangkaian kejadian tersebut.

Menurut Webb, Marquez--sebagaimana juga sudah dilakukan beberapa rider lainnya--memang terlihat "bermain-main" dengan kecepatannya sendiri walaupun, "Saya menegaskan bahwa ia tidak melanggar peraturan. Jadi ia tidak dihukum."

"Kami mempertimbangkan hal itu ketika menjatuhkan hukuman untuk Rossi, bahwa ia sudah pasti mendapat provokasi. Tapi, seperti yang sudah saya katakan kepadanya, terlepas dari provokasi macam apa yang diterimanya ia tetap tak bisa bereaksi sampai membuat rider lain crash," tuturnya.

Dengan hukumannya tersebut Rossi kini sudah mengantongi empat poin penalti musim ini, mengingat pada sesi kualifikasi di Misano lalu ia mendapat satu poin penalti lain karena dinilai sudah menghambat laju Jorge Lorenzo, rekan setim sekaligus pesaing tunggalnya di kejuaraan saat ini.

Dalam peraturan terkait hal ini, seorang pebalap yang sudah mencapai empat poin hukuman diharuskan start dari posisi terakhir di balapan berikutnya.

(krs/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed