Asumsi dan Fakta dari Sepang Menuju Valencia

Asumsi dan Fakta dari Sepang Menuju Valencia

Kris Fathoni W - Sport
Selasa, 27 Okt 2015 12:13 WIB
Asumsi dan Fakta dari Sepang Menuju Valencia
REUTERS/Olivia Harris
Jakarta -

MotoGP Malaysia menyisakan drama. Perdebatan pun muncul ketika asumsi bercampur dengan fakta, dengan musim terus bergerak maju menuju balapan pamungkas di Valencia.

Dani Pedrosa dari Repsol Honda menang di Sepang, Minggu (27/10/2015) lalu. Jorge Lorenzo yang finis kedua juga berhasil memotong jarak dari rekan setimnya di Movistar Yamaha, Valentino Rossi, menjadi tujuh angka saja dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2015.

Akan tetapi, fakta-fakta usai balapan itu bak kalah pamor dari insiden di Turn 14 putaran tujuh yang melibatkan Rossi dengan rider Repsol Honda Marc Marquez, kampiun dua musim terakhir yang kini menempati posisi tiga klasemen tanpa kans mempertahankan gelar juara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti sudah ramai dibicarakan, dalam insiden tersebut Marquez terjatuh dari motor akibat duel sengitnya dengan Rossi. Inilah faktanya. Fakta lainnya adalah Rossi lantas dapat hukuman yang pada prosesnya membuat ia harus start terakhir di Valencia.

Pun demikian, yang kemudian membuat seru adalah bumbu-bumbu segala macam asumsi dari kejadian yang melibatkan dua rider yang usianya terpisahkan satu dekade lebih itu--Rossi 36 tahun, Marquez 22 tahun.

Segera setelah insiden, Rossi diduga sengaja menendang Marquez sampai jatuh. Tetapi Race Direction lantas menegaskan tidak menemukan adanya bukti atas hal tersebut. Juga ada yang menilai Marquez sudah lebih dulu sengaja menyundul kaki Rossi dengan helmnya. Biar bagaimana, faktanya Rossi-lah yang dapat hukuman karena manuvernya sudah menyebabkan Marquez crash.

Rossi sendiri juga merasa dirinya sudah terus diprovokasi oleh Marquez di balapan itu. Ia menganggap Marquez punya masalah pribadi dengan dirinya, berkaitan dengan insiden kedua pebalap di Argentina dan Belanda pada balapan lalu. Hal itu asumsi Rossi, walaupun ia juga menambahkannya dengan klaim bahwa Emilio Alzamora selaku manajer Marquez pun telah memberi konfirmasi tudingannya tersebut.

[Baca juga: Rossi Klaim Punya Bukti Marquez Masih Dendam soal Argentina dan Assen]

Bagaimana faktanya? Marquez memang crash di Autodromo Termas de Rio Hondo, Argentina, dan finis di belakang Rossi di Assen, Belanda. Dua-duanya terjadi setelah Marquez berduel sengit dengan Rossi.

[Baca juga: Rossi vs Marquez: Argentina, Belanda, lalu Malaysia]

Insiden di Sepang juga sudah memunculkan sentimen kenegaraan. Marquez diasumsikan lebih suka Lorenzo saja yang jadi juara dunia, memicu opini lahirnya "konspirasi Spanyol" untuk menjegal upaya Rossi bertakhta di akhir musim ini. Perlu pembuktian panjang mengenai asumsi itu walaupun tidaklah terbantahkan kalau Rossi berasal dari tanah Italia sedangkan Marquez kelahiran Spanyol sebagaimana halnya Lorenzo.

Sementara mengenai hukuman Rossi, ada yang menilainya terlampau ringan dan menyebut diskualifikasi sebagai sanksi yang lebih pas. Sebaliknya Rossi menganggap hukumannya kelewat berat, mempertimbangkan situasi yang ada.

[Baca juga: 'Rossi Harusnya Langsung Didiskualifikasi']

[Baca juga: Kecewa Berat, Rossi: Sudah Tidak Ada Peluang Lagi]

Biar bagaimana, faktanya Rossi memang masih tetap bisa mempertahankan raihan 16 poin yang ia dapat dari Sepang, tapi berikutnya The Doctor harus start dari posisi terakhir di balapan pamungkas dalam usahanya memburu gelar juara dunia. Berat atau ringannya sanksi Rossi pun menjadi relatif.

Asumsi, dugaan, dan opini boleh jadi akan terus berseliweran. Pun begitu, faktanya adalah di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, pada 8 November nanti akan ada seri terakhir dalam kejuaraan dunia balap motor grand prix musim 2015.

Rossi, juara dunia kelas primer sebanyak 7 kali dan 9 di seluruh kelas, menyongsongnya sebagai pemuncak klasemen dengan 312 poin. Pesaingnya berebut titel tinggal Lorenzo, rider 28 tahun kampiun MotoGP 2010 dan 2012 dan juara dunia empat kali di seluruh kelas, yang sekarang menempati posisi dua klasemen dengan raihan 307 poin.

Setelah balapan di Valencia nanti Yamaha juga benar-benar akan resmi menyandang Triple Crown berkat keberhasilan salah satu ridernya duduk di takhta juara. Sebelum ini Yamaha telah memastikan gelar juara dunia tim atas nama Movistar Yamaha dan juga gelar juara dunia konstruktor.

[Baca juga: Yamaha Juara Dunia Konstruktor MotoGP, Triple Crown Juga di Tangan]


(krs/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads