Kabar terakhir, sebelum balapan hari Minggu (25/10) lalu direktur tim Movistar Yamaha MotoGP, Massimo Meregalli, sempat memberi masukan kepada Race Control supaya memanggil kedua pebalap untuk menjernihkan dan mendinginkan keadaan.
Sebabnya, tensi Rossi dan Marquez langsung meninggi seusai lomba di Australia. Selain "adu mulut" di sesi jumpa pers, mereka juga terlihat "panas" pada sesi latihan bebas hari Sabtu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kritik terhadap pengarah lomba di Sepang juga dilancar Carlo Pernat, yang adalah manajer pebalap tim Ducati, Andrea Iannone. Menurut dia, semestinya sehabis balapan Rossi dan Marquez lebih dulu dikonfirmasi oleh mereka.
"Race Control melakukan kesalahan yang sangat besar dengan tidak mengatakan apapun setelah konferensi pers Rossi," cetus Pernat.
"Setelah mereka perang kata-kata di Australia, mereka semestinya memanggil Rossi dan Marquez dan menanyakan: 'apa ada?'. Tapi tidak ada tindakan apapun.
"Buat saya jelas, mereka semestinya memanggil kedua rider pada hari Sabtu malam karena sudah ada bukti bahwa hal buruk bisa terjadi, karena tensinya terlalu tinggi.
"Menurut saya, pengarah balapan agak mengabaikan hal ini. Saya tidak bilang mereka bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi, karena siapa yang benar siapa yang salah, itu urusan lain. Tapi mereka tidak menangangi situasi ini dengan tepat."
(a2s/krs)











































