Honda percaya bahwa rider Yamaha Valentino Rossi layak meraih titel juara dunia tahun ini. Namun, Honda mempertanyakan aksi-aksi Rossi yang berkaitan dengan Marc Marquez.
Relasi Rossi dan Marquez sudah tegang sebelum terjadi insiden di Sepang. Adalah balapan di Phillip Island, Australia yang menjadi pemicunya menyusul pertarungan sengit antara Marquez dengan Rossi dan Andrea Iannone (Ducati).
Marquez yang pada lap terakhir mampu menyalip Jorge Lorenzo di posisi terdepan, pebalap Spanyol itu dianggap 'bermain-main' dengan Iannone dan Rossi. Sampai pada akhirnya, Rossi memulai psywar jelang balapan Malaysia dengan menuduh Marquez hendak menguntungkan Lorenzo, yang kemudian dibantah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hubungan Rossi dan Marquez resmi rusak setelah insiden di Malaysia yang mengakibatkan sang rider Repsol Honda jatuh dan gagal finis. Kedua pebalap menyampaikan versinya masing-masing yang bertolak belakang tapi Race Direction memutuskan bahwa Rossi bersalah karena manuvernya melanggar aturan. Rossi kini menunggu putusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terkait hukumannya itu.
"Valentino adalah juara terbaik sepanjang masa di olahraga ini," kata wakil presiden Honda Shuhei Nakamoto dalam pernyataannya yang dikutip Autosport. "Kami percaya dia sudah melakukan pekerjaan yang bagus di sepanjang tahun ini dan apabila dia memenangi kejuaraan maka dia benar-benar pantas mendapatkannya karena dia sejauh ini konsisten."
"Fakta bahwa dia sudah berusia 36 tahun meningkatkan rasa hormat untuk seorang juara yang hebat seperti dia. Meski begitu, kami tidak memahami tuduhan-tuduhan dia terkait balapan Phillip Island dan manuver dia di Sepang."
"Kami berharap bahwa Valentino memikirkan hal ini dan menyadari kesalahannya," imbuh Nakamoto.
(rin/krs)











































