Berharap Balapan Bersih di Valencia

Jelang MotoGP Valencia

Berharap Balapan Bersih di Valencia

Doni Wahyudi - Sport
Kamis, 05 Nov 2015 13:19 WIB
Berharap Balapan Bersih di Valencia
Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta - Dari Phillip Island ke Sepang, banyak drama terjadi di dalam dan luar lintasan MotoGP. Untuk balapan pamungkas di Valencia, race diharapkan bisa berjalan bersih demi sportivitas.

MotoGP Australia yang digelar di Sirkuit Phillip Island berjalan ekstra sengit dengan empat pebalap bersaing ketat di posisi terdepan sampai menyentuh garis finis. Usai race yang dimenangkan oleh Marc Marquez itu, situs resmi MotoGP menyebutnya sebagai salah satu balapan paling seru sepanjang sejarah MotoGP.

Saling susul yang melibatkan Jorge Lorenzo, Marquez, Valentino Rosi, dan Andrea Iannone ketika itu memang sangat menegangkan. Ketegangan yang ternyata cuma bertahan empat hari. Pernyataan yang dilontarkan Rossi di sesi konferensi pers jelang balapan di Malaysia membuat apa yang terjadi di Phillip Island jadi tanda tanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rossi menuduh Marquez telah bermain-main dalam balapan tersebut. The Doctor kemudian melontarkan tudingan serius: bahwa Marquez mendukung Lorenzo menjadi juara dunia.

Dan terjadilah insiden di Sepang. Terjatuhnya Marquez saat berduel dengan Rossi membuat ajang balap ini memanas ke level yang mungkin tidak pernah terjadi sebelumnya, sampai-sampai pemimpin negara Spanyol dan Italia ikut mengeluarkan komentarnya.

Rangkaian peristiwa tersebut kemudian memunculkan banyak tanda tanya jelang bergulirnya balapan pamungkas di Valencia. Bagaimana balapan akan berlangsung? Bagaimana persaingan Rossi dengan Lorenzo? Bagaimana pula Marquez atau Pedrosa akan berperan dalam race tersebut?

"Saya harap itu akan menjadi balapan yang bersih dan semua pebalap melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Itu balapan terbuka dan semua orang akan bertarung. Kesimpulannya, saya menginginkan yang terbaik yang menang," ucap mantan juara dunia 500cc, Alex Criville.

Karena Rossi akan memulai balapan dari posisi belakang, Criville menjagokan Lorenzo yang merebut gelar juara dunia. Tapi orang Spanyol pertama yang menjuarai balapan kelas primer itu masih menganggap Rossi punya kans karena keunggulan poin yang dipunya.

"Saya pikir kandidat teratasnya adalah Jorge Lorenzo, yang harus didukung, memberinya keyakinan dan mendoakan yang terbaik. Tapi Rossi bisa lebih mudah, dengan finis di belakang Lorenzo dia bisa menjadi juara dunia. Tapi tak mudah buatnya karena ada Pedrosa dan Marquez," lanjut dia diberitakan Marca.

(din/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads