Rossi harus puas finis keempat di sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (8/11/2015) malam WIB kemarin, dalam balapan terakhir musim ini. Hasil itu, ditambah dengan Jorge Lorenzo yang finis pertama, membuatnya kehilangan kesempatan meraih gelar juara dunia yang ke-10 sepanjang karier.
Meski gagal mendapatkan titel juara dunia, penampilan Rossi sendiri banyak mendapatkan apresiasi karena berhasil melesat dari posisi start 26 alias paling buncit ke posisi empat. Tapi sampai di situ, Rossi tak bisa melakukan lebih banyak lagi. Tiga pebalap di rombongan terdepan yakni Jorge Lorenzo, Marc Marquez, dan Dani Pedrosa sudah membuka jarak yang amat lebar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waktu terbaik itu ditorehkan Rossi di putaran tiga dan empat, yang tak terlalu mengejutkan mengingat di periode ini dia menggeber gas habis-habisan untuk merangsek ke depan. Secara rata-rata, Rossi hanya mampu mencatatkan waktu satu menit 32 detik lebih sepanjang balapan.
Bahkan ketika sudah mampu menempati posisi empat dan tak punya halangan lagi untuk menyusul rombongan terdepan, Rossi tetap tak mampu mencatatkan waktu lebih baik. Di putaran ke-13 ketika dia pertama kali merebut posisi empat, selisihnya dengan Lorenzo berkisar di angka 13 detik dan 11 detik dengan Pedrosa di urutan tiga.
Dengan laju ini, tak mengherankan jika selisih antara Rossi dengan trio pebalap paling depan pada prosesnya terus melebar. Lorenzo sendiri baru mulai melambat dan konsisten mencatatkan waktu satu menit 32 detik lebih ketika memasuki putaran ke-26. Pada akhirnya, Rossi tertinggal 19,789 detik dari Lorenzo ketika melintasi garis finis.
Maka secara laju, Rossi sebenarnya memang tak sekompetitif Lorenzo, Marquez, dan Pedrosa. Lorenzo di lain sisi menerapkan strategi cemerlang untuk melaju sekencang-kencangnya dan membawa para pebalap tercepat menjauh dari rombongan besar. Dengan begitu, tak ada kesempatan untuk Rossi menyusul.
Peluang terbaik Rossi sampai titik ini adalah mempertahankan posisi di urutan empat, sembari menantikan adanya gangguan dari Marquez dan Pedrosa untuk Lorenzo. Andai Marquez dan Pedrosa bisa mengungguli Lorenzo, maka gelar juara dunia jatuh ke tangan Rossi.
Namun seperti diketahui hal tersebut tak terjadi sepanjang balapan, meski Marquez berada dalam jarak yang sangat dekat --antara 0,2 dan 0,3 detik-- dengan Lorenzo.
| Lap | Β Rossi | Β Lorenzo |
| Β 1 | Β 1'40.982 | Β 1'37.122 |
| Β 2 | Β 1'32.782 | Β 1'31.416 |
| Β 3 | Β 1'31.997 | Β 1'31.367 |
| Β 4 | Β 1'31.820 | Β 1'31.502 |
| Β 5 | Β 1'33.021 | Β 1'31.542 |
| Β 6 | Β 1'32.724 | Β 1'31.554 |
| Β 7 | Β 1'32.078 | Β 1'31.483 |
| Β 8 | Β 1'32.306 | Β 1'31.746 |
| Β 9 | Β 1'32.362 | Β 1'31.700 |
| Β 10 | Β 1'32.506 | Β 1'31.780 |
| Β 11 | Β 1'32.455 | Β 1'31.853 |
| Β 12 | Β 1'32.580 | Β 1'31.773 |
| Β 13 | Β 1'32.111 | Β 1'31.802 |
| Β 14 | Β 1'32.108 | Β 1'31.789 |
| Β 15 | Β 1'32.184 | Β 1'31.738 |
| Β 16 | Β 1'32.132 | Β 1'31.705 |
| Β 17 | Β 1'32.184 | Β 1'31.558 |
| Β 18 | Β 1'32.171 | Β 1'31.864 |
| Β 19 | Β 1'32.237 | Β 1'31.571 |
| Β 20 | Β 1'32.213 | Β 1'31.872 |
| Β 21 | Β 1'32.155 | Β 1'32.035 |
| Β 22 | Β 1'32.238 | Β 1'31.958 |
| Β 23 | Β 1'32.311 | Β 1'32.073 |
| Β 24 | Β 1'32.483 | Β 1'31.831 |
| Β 25 | Β 1'32.288 | Β 1'31.865 |
| Β 26 | Β 1'32.549 | Β 1'32.097 |
| Β 27 | Β 1'32.440 | Β 1'32.111 |
| Β 28 | Β 1'32.490 | Β 1'32.331 |
| Β 29 | Β 1'32.453 | Β 1'32.282 |
| Β 30 | Β 1'32.793 | Β 1'32.044 |











































