Yamaha: Sudah Cukup Bicara Soal Polemik

Yamaha: Sudah Cukup Bicara Soal Polemik

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Selasa, 10 Nov 2015 11:02 WIB
Yamaha: Sudah Cukup Bicara Soal Polemik
Getty Images Sport/Mirco Lazzari gp
Valencia - Musim MotoGP 2015 telah tuntas, tapi pembicaraan terkait jalannya persaingan gelar juara masih bergulir dengan kencang dan panas. Managing Director Yamaha Lin Jarvis ingin polemik tersebut disudahi.

Jorge Lorenzo tampil sebagai juara dunia setelah MotoGP menuntaskan musim ini di sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, akhir pekan kemarin. Rider Spanyol itu mengungguli rekan setim sekaligus rivalnya, Valentino Rossi, dengan selisih cuma lima poin.

Tapi persaingan dua rekan ini kemudian justru lebih tertutupi oleh kisah rivalitas lainnya, antara Rossi dengan Marc Marquez, meski nama yang disebut terakhir sejatinya tak punya kans dalam perebutan gelar di seri-seri akhir. Tapi Rider Repsol Honda ini memegang peran krusial yang kemudian menimbulkan polemik sampai detik ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulanya Rossi menuding Marquez menjadi pendukung Lorenzo, usai keduanya terlibat pertarungan seru di seri Australia. Marquez membantah, tapi Rossi pun mendapatkan dukungan dari rider Ducati Andrea Iannone, yang juga terlibat dalam persaingan di seri itu.

Seri berikutnya, isu makin membesar. Rossi dan Marquez terlibat duel langsung, lalu berujung pada insiden di mana keduanya bersenggolan dan Marquez terjatuh. Awalnya Rossi dinilai sengaja menjatuhkan Marquez dengan menendang, tapi Race Direction menyebut tak ada tendangan setelah melakukan analisis dan pertemuan dengan kedua pebalap.

Bagaimanapun juga, insiden itu kemudian memberikan pengaruh yang amat besar. Rossi tetap dihukum karena dinilai sengaja mendesak Marquez ke bagian luar tikungan, sehingga harus start dari posisi paling buncit di seri terakhir di Valencia. Pada prosesnya, Lorenzo justru memulai seri tersebut di posisi paling depan.

Jalannya balapan di Valencia tak kalah kontroversial. Lorenzo yang memimpin balapan sejak awal sampai tuntas, nyaris tak mendapatkan gangguan apapun dari dua pebalap Honda di belakangnya, Marquez dan Dani Pedrosa. Khusus untuk Marquez, sorotan tajam mengarah padanya karena diyakini sebenarnya mampu melakukan serangan ke Lorenzo, mengingat jarak keduanya cuma berkisar di 0,2 detik.

Rossi menyebut Marquez tampil tanpa mengerahkan kemampuan terbaik dan cuma mengawal Lorenzo ke tangga juara dunia. Kekesalan Rossi jelas beralasan mengingat dia bisa merengkuh titel jika Marquez dan Pedrosa mampu melewati Lorenzo dan finis satu-dua. Muncullah dugaan adanya konspirasi Spanyol antara ketiganya.

Usai balapan, Marquez dan Pedrosa menolak tudingan itu. Tapi Lorenzo justru menanggapi dengan lebih santai dan terbuka, menyebut dukungan kedua rivalnya itu sebagai kewajaran mengingat sama-sama orang Spanyol. Pembicaraan panas pun berlanjut dan terus bergulir.

Jarvis pribadi mengaku tak mendengar pernyataan Lorenzo itu. Tapi apapun itu, dia ingin polemik ini diakhiri dan meminta agar fokus diarahkan murni ke aspek olahraga.

"Saya tidak mendengarnya, ketika Jorge mengatakan hal itu. Saya di sini di konferensi pers saat itu, menunggu semua orang untuk tiba. Jadi sungguh, saya rasa sudah cukup berbicara soal polemik atas apa yang terjadi, siapa melakukan apa, dan hari ini adalah hari ketika kita berbicara soal kejuaraan dunia Lorenzo dan soal Yamaha di kejuaraan dunia," kata Jarvis dikutip Crash.

"Saya lebih suka kita bisa menghindari polemik yang bergulir, yang sudah kita dengar berpekan-pekan dan fokus saja ke sisi olahraganya. Saya ingin menegaskan bahwa Valentino sudah menjalani musim yang luar biasa juga dan kehilangan gelar juara dunia hanya dengan selisih lima poin pasti sangat berat untuknya. Pasti sangat sulit karena dia sudah memimpin sejak sangat awal," imbuhnya.

Polemik yang berpangkal antara hubungan Rossi-Marquez sendiri cenderung membuat publik lupa bahwa Yamaha adalah pemenang besar di musim ini, mengingat dua ridernya bertarung di puncak klasemen. Jarvis percaya bagaimanapun juga selalu ada pihak-pihak yang tak akan puas dengan raihan ini.

"Kami puas, senang, dan saya ingin memberikan ucapan selamat kepada kedua pebalap kami, Jorge dan Valentino. Sayangnya kita tahu bahwa cuma satu dari mereka yang akan menang, jadi ini adalah masalah lainnya ketika Anda punya dua pebalap hebat di tim," ujarnya.

"Meski ketika Anda memenangi segalanya, seseorang tidak senang, itu akan terjadi bagaimanapun juga dan itu terjadi karena segala alasan yang ada. Anda tidak bisa memutar kembali waktu, Anda harus fokus saja ke masa depan dan begitulah," demikian Jarvis.

(raw/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads