Musim MotoGP 2016 bakal jadi sebuah musim yang berbeda untuk para pebalap. Pergantian penyedia ban dari Bridgestone ke Michelin plus aturan satu jenis ECU membuat mereka harus kembali meraba-raba dan melakukan banyak penyesuaian.
Soal ban, sebelumnya sebagian besar pebalap top mengungkapkan bahwa karakter ban depan Michelin bakal perlu banyak waktu untuk dipahami. Sementara itu, penggunaan ECU baru juga bakal menguras waktu untuk mendapatkan setelan motor yang pas. Rider Movistar Yamaha Valentino Rossi bahkan menyebut ECU baru ini sebagai sebuah langkah mundur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggunaan ECU baru sendiri diyakini bakal membuat balapan menjadi lebih kompetitif. Rossi mengakui hal itu amat berpeluang terjadi, tapi secara pribadi dia mengaku motornya tak jadi lebih enak ditunggangi.
"Bagi saya pribadi tidak lebih menyenangkan, karena pada akhirnya semakin tinggi level motor maka semakin baik untuk saya. Jadi ini jelas adalah sebuah langkah mundur. Pada awalnya Anda juga sedikit marah di atas motor karena Anda berpikir 'f**k! Ini tidak bekerja'," sambungnya.
"Tapi di sisi lain, ini bisa bagus untuk balapan. Karena akan jauh lebih sulit untuk membuat catatan waktu yang sama. Karena motornya lebih sulit ditunggangi. Jadi ini bisa lebih baik untuk pertarungan selama balapan, bisa lebih menyenangkan soal itu," tambah Rossi.
Pada sesi uji coba resmi MotoGP yang berlangsung di Valencia, Selasa (10/11/2015) kemarin, Rossi menempati urutan 12 dengan catatan waktu satu menit 32,401 detik. Dia berjarak 0,850 detik dari rider Repsol Honda Marc Marquez yang jadi pebalap tercepat.
(raw/din)











































