Perubahan Unit Kontrol Elektronik (ECU) juga disebut rider Repsol Honda Marc Marquez sebagai problem yang serius. Senada dengan pebalap Movistar Yamaha Valentino Rossi, dia menyebutnya sebagai sebuah langkah mundur.
Selain pergantian ban dari Bridgestone ke Michelin, MotoGP musim 2016 juga mengalami perubahan dalam hal ECU. Dua-duanya sejauh ini dinilai para pebalap memunculkan tantangan besar dalam menyiapkan motor agar kompetitif.
Dari sisi ban, sebagian besar rider top menilai karakter ban depan Michelin sangat menyulitkan. Namun demikian tetap ada sisi positif dengan ban belakang yang memberikan daya cengkeram sangat bagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memulai tes dengan motor 2015, lalu dengan motor 2015 tapi dipasangkan software baru. Di situlah kami menghabiskan sebagian besar waktu dan masih, kami harus menghabiskan banyak waktu. Karena tampaknya kami melakukan sebuah langkah mundur, akan sulit untuk tiba di level yang sama seperti sebelumnya," kata Marquez dikutip Crash.
"Tapi kami sedang berusaha, terutama di sisi akselerasi, kontrol traksi, dan penyaluran tenaga di mana kami harus berkembang. Koneksi dengan gas juga. Kemudian di laju-laju terakhir, kami mencoba mesin 2016, tapi sejujurnya sulit untuk memberikan tanggapan yang tepat karena kami masih harus membenahi perangkat lunak elektroniknya," imbuhnya.
Marquez sendiri mencatatkan waktu tercepat di uji coba resmi yang berlangsung di Valencia, Selasa (10/11/2015) kemarin, meski sempat mengalami crash. Catatan terbaiknya adalah satu menit 31,551 detik, unggul tipis dari rider Ducati Andrea Iannone di posisi dua dengan jarak 0,088 detik.
(raw/rin)











































