Kontroversi MotoGP 2015 bermula dari klaim rider Yamaha Valentino Rossi kepada pebalap Honda Repsol Marc Marquez di Australia. Mantan juara dunia, Kevin Schwantz, angkat bicara mengenai balapan itu.
Balapan di Phillip Island itu berlangsung seru, terjadi duel antara Marquez, Rossi, dan Andrea Iannone. Tapi pada akhirnya Marquez keluar sebagai pemenang lomba setelah menyalip Jorge Lorenzo yang cukup lama memimpin balapan sedangkan Rossi finis keempat di belakang Lorenzo kedua dan Iannone ketiga.
Seusai balapan Rossi mengklaim bahwa Marquez menjadi suporter Lorenzo untuk memenangi titel juara 2015. Menurut pebalap Italia itu, Marquez sengaja bermain-main dengan dirinya dan Iannone untuk menguntungkan Lorenzo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lihat GP Australia -- balapan terbaik di tahun ini. Fantastis. Bagi Rossi untuk bilang bahwa Marquez mempermainkan dia untuk memperlambat dia ... OK, memang selalu ada kemungkinan tapi dia menunjuk pada kecepatan super Marquez di lap terakhir dan saya pikir itu ucapan dia tidak terbukti. Saya pikir Marc memang benar demikian, ya, dia bilang dia butuh melindungi ban-bannya ketika itu," kata Schwantz yang jadi juara dunia 1993 bersama Suzuki itu.
"Saya teringat saat saya dan Wayne (Rainey) balapan dan kami cukup sering mencetak waktu tercepat di lap terakhir. Itulah ketika Anda memiliki bobot motor yang lebih ringan karena bahan bakar sudah berkurang, dan kalau Anda melindungi ban-ban Anda sepanjang waktu, sekarang Anda tidak perlu begitu. Saat di lap terakhir Anda bisa memacu sekencang mungkin jadi waktu Anda di lap terakhir akan sedikit lebih cepat."
"Dan sekarang ini kalau cengkraman mulai habis, apa masalahnya? Kkarena dengan semua elektronik yang ada, Anda akan tetap aman dengan adanya spin control," sambung pria berusia 51 tahun itu kepada Motorsport.com.
"Mungkin Rossi mendeteksi sesuatu yang berbeda dalam pertarungan mereka dibandingkan dengan Marquez ketika bertarung dengan pebalap lainnya. Saya tidak tahu -- itu hanya Rossi yang tahu jadi perspektif dia unik. Kita tidak bisa menilai. Tapi dari apa yang saya lihat, Rossi tidak punya alasan yang masuk akal untuk mengeluh setelah Australia."
(rin/raw)










































