MotoGP 2015 memang telah usai. Tetapi drama yang meramaikan musim itu, secara khusus pada pengujung musim, tampaknya masih jauh dari tamat.
Sebuah pernyataan Rossi, runner-up musim ini, membuat fokus kembali tertuju pada Turn 14 putaran tujuh balapan MotoGP Malaysia yang menjadi seri kedua dari akhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden itu kemudian memancing perdebatan panjang. Pada satu titik Honda yang bersikeras Marquez sudah ditendang jatuh Rossi pun sempat berjanji akan membeberkan data motor pebalapnya demi mendukung klaim itu.
Akan tetapi, kubu Honda lalu justru urung melakukannya karena mengaku tidak mau situasi terus memanas menjelang balapan pamungkas. Rossi, yang pada akhirnya harus merelakan titel jatuh ke tangan Jorge Lorenzo selaku rekan setimnya sendiri, pun melemparkan sindiran.
"Aku penasaran melihat telemetri Honda. Oh, mereka belum memperlihatkannya? Aneh!" ucap Rossi seperti dikutip Autosport.
"Aku ingin tahu bagaimana mereka bisa menyimpulkan lewat telemetri bahwa aku sudah menendangnya. Ini sesuatu yang harus Anda tanyakan kepada mereka."
"Mereka kasihan ya, mereka ingin memperlihatkannya tapi tidak bisa demi kebaikan dunia balap motor..." lanjutnya menyindir.
Pebalap Italia 36 tahun itu juga mengaku kecewa berat dengan kegagalannya merengkuh titel nomor 10 di kejuaraan dunia balap motor grand prix. Rossi menyebut akan butuh berbulan-bulan untuk bisa mengatasi kepedihan tersebut.
"Jujur saja, rasanya sakit hari Minggu usai balapan tapi situasinya berbeda karena masih ada banyak adrenalin. Hari Senin terasa berat dan Selasa kemarin juga, benar-benar tidak mudah," akunya.
"Hari Rabu ini sedikit lebih baik tapi situasi ini akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa dihadapi, bukan untuk dilupakan karena Anda takkan pernah bisa melupakan hal-hal semacam ini," tutur Rossi.
(krs/nds)











































