Mulai tahun depan, posisi Bridgestone sebagai pemasok ban tunggal MotoGP akan digantikan oleh Michelin. Terakhir kali ban Michelin eksis di MotoGP adalah pada 2008 silam.
Karakter Michelin sangat berbeda dengan Bridgestone. Ban belakang punya grip yang sangat bagus, tapi ban depan kurang punya daya cengkeram. Akibatnya, banyak pebalap yang mengalami crash dalam tes di Valencia beberapa hari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pebalap Ducati, Andrea Iannone, mengaku menikmati perubahan tersebut. Kendati terjatuh dua kali dalam tes di Valencia, dia menyukai karakter Michelin dan perangkat elektronik baru.
"Perangkat lunak pabrikan punya hal-hal untuk membantu Anda. Jadi, dengan perangkat lunak baru, Anda akan lebih banyak tergelincir. Kami tentunya perlu memerhatikan keausan ban," ujar Iannone.
"Saya juga menikmati membalap dengan Michelin. Ini sedikit lebih menyenangkan karena Anda harus berhati-hati, paling tidak sampai Anda mulai mengenal ban dengan baik," katanya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Rossi. Dengan perangkat lunak yang tak secanggih biasanya, The Doctor berharap balapan jadi lebih seru karena skill pebalap jadi lebih menentukan.
"Itu akan menyenangkan karena pastinya itu adalah alasan mengapa perangkat elektronik dikurangi," tutur Rossi di Motorsport.com.
"Ini seperti kembali ke beberapa tahun lalu karena dalam beberapa musim terakhir semua pabrikan bekerja keras pada perangkat elektronik, membuat motor jadi mudah dikendarai dan terus-menerus mengulang catatan waktu yang sama," jelasnya.
"Ban juga lebih normal. Jadi, seperti yang dikatakan Andrea, saya berharap balapan akan menjadi lebih menyenangkan dan 'gaya lama' sehingga kami bisa kembali lebih banyak bertarung," kata Rossi.
(mfi/cas)
