Di musim 2015 ini tim pabrikan Ducati diperkuat Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso, dengan Michele Pirro menjadi test rider dan ikut membalap di beberapa seri sebagai pemegang wild card.
Di akhir musim, Dovizioso finis di posisi lima klasemen akhir dengan 188 poin di antaranya berkat tiga podium, dengan rincian satu finis kedua dan dua kali finis ketiga. Sedangkan Iannone menempati posisi tujuh klasemen akhir dengan 162 poin di antaranya berkat lima podium--termasuk tiga di awal musim berkat finis runner-up secara berturut-turut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika memperhitungkan rider-rider dari tim satelitnya, Ducati bahkan mencatatkan total sembilan podium--dengan satu podium lain dijejak Danilo Petrucci dari Pramac Racing. Sebuah peningkatan mengingat tahun 2014 lalu secara keseluruhan Ducati cuma meraih tiga podium.
Kecenderungan positif itulah yang akan terus berusaha dijaga, dan ditingkatkan, oleh kubu Ducati dalam menyongsong MotoGP musim 2016 mendatang.
"Kadang kami menang, kadang juga kalah, tapi kami tidak menyerah," ucap CEO Ducati Claudio Domenicali dalam acara peluncuran motor-motor anyar Ducati di Elfo Puccino, Milan, Italia, Senin (16/11/2015) sore waktu lokal.
"Di MotoGP, progress cukup baik. Tahun 2013 kami ada 0 podium, 2014 ada 3 podium, 9 podium tahun ini. Tahun depan harus tambah podium lagi. Kami baru selesai mengetes motor dan musim cukup panjang, musim kali ini progress-nya cukup baik," sebutnya.
(ddn/krs)











































