Ambisi Rossi untuk meraih gelar juara dunia kesepuluhnya pada tahun ini digagalkan rekan setimnya di Yamaha, Jorge Lorenzo. Kemenangan Lorenzo di seri terakhir di Valencia membuat Rossi harus puas menjadi runner-up dengan selisih lima poin.
Kegagalan ini terasa amat menyakitkan bagi Rossi karena di 17 seri sebelumnya dia selalu memimpin klasemen. Hingga sebelum seri Valencia, dia masih unggul tujuh poin atas Lorenzo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jarvis sangat memahami apa yang dirasakan Rossi. Dia pun berharap Rossi tetap bersemangat mengejar gelar lagi pada tahun depan.
"Ketika Anda mengerahkan semua energi dan usaha untuk merebut titel setiap harinya hingga lap terakhir, dan kemudian Anda melihat targetnya lenyap, Anda akan mendapati diri Anda hancur," ujar Jarvis kepada Gazzetta dello Sport.
"Bisa dipahami kalau Valentino merasa benar-benar kosong. Hal terbaik baginya adalah punya bulan-bulan untuk memulihkan diri dan menemukan motivasi baru," lanjutnya.
"Namun, pada hari kedua tes (di Valencia), dia punya ekspresi yang berbeda. Dia sudah menemukan lagi antusiasmenya. Itulah yang ingin kami lihat," kata Jarvis.
(mfi/nds)











































