Marquez Masih Berupaya Temukan Keseimbangan dari ECU Baru

Marquez Masih Berupaya Temukan Keseimbangan dari ECU Baru

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Jumat, 27 Nov 2015 07:49 WIB
Marquez Masih Berupaya Temukan Keseimbangan dari ECU Baru
Getty Images Sport/Mirco Lazzari gp
Jerez de la Frontera -

Rider Repsol Honda Marc Marquez mengakui sejauh ini kinerja Unit Kontrol Elektronik (ECU) baru masih jauh dari kata dipahami. Misinya kini adalah segera menemukan keseimbangan baru dari perangkat anyar itu.

Marquez melahap hari kedua tes di sirkuit Jerez, Spanyol, Kamis (26/11/2015) dengan sepenuhnya menggunakan ECU baru lansiran Magneti Marelli. Dia membandingkan datanya dengan penggunaan dua mesin, yakni mesin musim kemarin dan mesin untuk tahun depan.

Secara keseluruhan dia juga mengaku lebih banyak menjalani putaran dengan mesin baru. Sejauh ini lajunya jauh dari kata memuaskan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini saya melaju sepanjang hari dengan elektronik Magneti Marelli. Saya tidak mencoba lagi piranti lunak Honda, saya cuma konsentrasi pada Magneti Marelli," kata Marquez dikutip Crash.

"Saya mencoba kedua mesin, tapi saya benar-benar berkonsentrasi sepanjang hari dengan mesin baru. Karena saya sudah merasa memperbaiki elektronik baru itu lambat, butuh waktu panjang, dan saya melihat dengan mesin 2015 dan 2016, kami perlu peta yang benar-benar berbeda," imbuhnya.

Dalam tes tersebut, Marquez mencatatkan waktu terbaik satu menit 39,57 detik. Ini masih lebih baik daripada rekan setimnya yakni Dani Pedrosa yang punya catatan satu menit 40 detik. Terkait mesin, pebalap 22 tahun ini menyebut masalah utamanya adalah distribusi tenaga agar seimbang di putaran mesin yang rendah dan tinggi

"Karakter mesinnya berbeda. Jadi kami cuma berkonsentrasi pada yang baru, lalu kemudian mungkin kami akan mencoba lagi yang lama besok. Tapi kita akan lihat, kami harus mengecek benar sekarang. Tapi tetap, dengan mesin yang satu atau satunya lagi, saya rasa kami masih jauh dari level terbaik Magneti Marelli," sambung Marquez.

"Mesin tahun lalu agresif di putaran atas. Sekarang kami punya tenaga lebih besar di putaran bawah, tapi kami masih belum memahami caranya mendistribusikan tenaga ini."

"Mesinnya tampak agresif di putaran bawah, tapi kemudian lebih halus di putaran atas dibandingkan tahun lalu. Tapi persoalannya apakah kami bisa mereduksinya bukan? Jadi kami harus bekerja, karena kalau kami mengurangi terlalu banyak, maka mesinnya jadi agresif di putaran atas. Kami harus berupaya menemukan keseimbangan yang tepat," ujar dua kali peraih juara dunia MotoGP ini.

(raw/rin)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads