Sirkuit Internasional Chang di Buriram, Thailand, memang belum pernah jadi arena balapan MotoGP. Tapi soal fasilitas dan sarana pendukung lainnya, mereka sudah mendapatkan akreditasi Grade A dari FIM.
Sirkuit Internasional Chang --atau yang juga disebut Buriram United International Circuit-- dibangun sejak 2013. Chang, yang merupakan produk minuman asal Thailand yang juga mensponsori Everton, dijadikan nama sirkuit sebagai bagian dari kerjasama sponsor.
Sirkuit ini dibangun dalam waktu 499 hari dan diresmikan pada 4 Oktober 2014 lalu. Berbagai event internasional pun sudah pernah digelar di sana, seperti World Superbike Championship, World Touring Car Championship, dan Asia Road Racing Championship.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cukup megah adalah gambaran yang tepat ketika melihat Sirkuit Internasional Chang. Mulai dari area parkir yang luas, fasilitas yang ada di sana juga sangat lengkap.
Di area bawah misalnya, terdapat medical center yang lumayan besar. Fasilitas ini digunakan bagi pebalap-pebalap yang membutuhkan perawatan medis jika mengalami crash saat balapan berlangsung. Sebanyak 30 paddock juga berjejer di area bawah.
Jika melongok ke atas di lantai 1, terdapat media center. Di sinilah tempat para wartawan mengerjakan tugasnya sambil memantau jalannya balapan melalui monitor yang berada di atasnya. Media center juga dilengkapi dengan wifi ataupun LAN yang sangat kencang aksesnya.
Di sebelahnya, terdapat food court VIP dan ruangan-ruangan lainnya. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa membeli berbagai merchandise khas Buriram seperti kaus, gantungan kunci, dan topi.
Di lantai dua terdapat tribun penonton yang sangat bersih dan bangku-bangkunya tertata dengan rapi. Sirkuit Internasional Chang ini bisa menampung 50 ribu orang.
Soal kebersihan, Sirkuit Internasional Chang ini nomor satu. Di setiap sudut ruangan terdapat petugas kebersihan yang stand by jika melihat ada penonton atau yang lainnya membuang sampah sembarangan.
Sirkuit Internasional Chang ini memiliki trek sepanjang 4,554 km dengan 12 tikungan. Adalah Herman Tilke yang mendesain sirkuit tersebut. Pria asal Jerman ini sudah merancang banyak sirkut kelas dunia, salah satunya adalah Sirkuit Sepang di Malaysia.
Tak hanya Sepang, Bahrain International Circuit, Shanghai International Circuit, Istanbul Park Racing Circuit, Valencia Street Circuit, Marina Bay Street Circuit, Yas Marina Circuit, Korea International Circuit, Buddh International Circuit di India adalah buah hasil karyanya.
Banyak yang menyebut sirkuit Chang ini mempunyai satu titik tikungan yang sangat tajam, terutama di T12. Herman Tilke menyebut alasan membuat tikungan seperti itu adalah untuk memberikan tantangan bagi para rider yang menunggangi motornya di atas sirkuit tersebut.
Nah, bagaimana dengan kondisi sirkuit Sentul yang akan menjadi tuan rumah MotoGP 2017? Sirkuit yang telah berusia 20 tahun itu dinilai butuh banyak perbaikan. Bukan cuma soal trek, tapi juga berbagai fasilitas penunjangnya agar pebalap merasa nyaman dan aman. Kenyamanan Sirkuit Internasional Chang ini diungkapkan oleh salah satu pebalap Indonesia yang turun di kelas Asia Dream Cup di Asia Road Racing Championship 2015, Muhammad Febriansyah.
''Sirkut Chang ini bagus. Saya sebagai pebalap cukup nyaman dengan kondisi jalan sirkuit, mulus, aspalnya tidak bergelombang jadi enak pas balapan. Fasilitas di sini juga bagus,'' katanya.
[Baca juga: Untuk MotoGP, Sirkuit Sentul Disarankan Harus Bisa Kekinian]
(ads/nds)











































