Sejak 2013 Rossi dan Lorenzo kembali bernaung di bawah panji Yamaha. Pada awalnya relasi mereka tampak lebih baik daripada periode sebelumnya di 2008-09, ketika garasi tim harus dipisahkan dengan tembok pembatas.
Akan tetapi, hubungan keduanya memanas lagi saat terlibat langsung dalam persaingan MotoGP 2015. Rossi bahkan meyakini Marc Marquez dari Repsol Honda sudah sengaja menghalanginya demi menyukseskan jalan Lorenzo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir satu hal yang membantu adalah saya bukan orang Italia atau Spanyol. Dan itu diucapkan sebagai guyonan, tapi sekaligus juga bukan guyonan," kata Jarvis di Autosport.
"Jika Anda mampu bersikap netral dan tetap netral, itu amat penting. Ada banyak pengaruh kebangsaan yang dapat muncul--kalau Anda dari Spanyol maka Anda harus mendukung orang Spanyol, jika Anda dari Italia maka Anda mesti mendukung orang Italia. Saya sudah punya banyak pengalaman dalam permainan ini. Saya punya pengalaman negatif dan positif. Itu membantu Anda tetap tenang dalam situasi-situasi yang amat membuat stres."
Saya tak punya obat khusus, tapi saya amat suka G&T... Itu membantu. Ini semua mengenai jujur pada diri sendiri dan tak panik, dan berusaha mencari solusi. Untuk setiap orang solusi terhadap tiap problem akan berbeda dan amatlah penting untuk mencari solusi mereka. Tidak pernah mudah untuk menangani satu juara dan lebih sulit lagi untuk menangani dua. Sudah sulit, tapi kami telah mampu melakukannya," tutur pria Inggris tersebut.
Jarvis juga mengutarakan harapannya agar kontroversi di 2015 dapat memunculkan batasan yang lebih jelas dan tegas saat musim 2016 dimulai, demi menghindari terulangnya polemik serupa.
"Sudah cukup membahas polemik, mengenai apa yang sudah terjadi dan siapa melakukan apa. Saya lebih memilih kami bisa menghindari polemik dan fokus ke olahraganya," sebut Jarvis.
(krs/rin)










































