Lorenzo keluar sebagai juara dunia MotoGP musim 2015 kemarin, setelah mengumpulkan nilai 330 hasil dalam 18 seri. Rider Spanyol itu cuma unggul lima poin dari rekan setimnya di Movistar Yamaha Valentino Rossi, yang jadi pesaing terdekat.
Langkah Lorenzo menjadi juara dunia sebenarnya tak dimulai dengan baik. Dia menuntaskan tiga seri pertama di luar podium, meski kemudian bangkit dengan empat kemenangan beruntun di Spanyol, Prancis, Italia, dan Catalunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jorge bagi saya adalah pebalap tercepat. Tapi pebalap tercepat tidak selalu menang dan dia hampir kehilangan kejuaraan, karena untuk menjadi juara dunia Anda perlu mengatasi segala hal," kata Principal Yamaha Tech3 Herve Poncharal.
"Itu berarti melaju sangat cepat dalam satu lap, cepat selama balapan -- yang mana telah dia tunjukkan-- tapi juga mengatasi tekanan dan faktor-faktor eksternal seperti cuaca. Mungkin itu adalah titik lemahnya, tapi jelas dalam hal kecepatan dan jika Anda lihat berapa banyak putaran yang dia lalui dalam posisi memimpin, jumlah pole position, lap tercepat, dan caranya membalap saat memenangi empat balapan tersebut...Dia melaju saja."
"Saya ingat kemenangan di Republik Ceko juga, wow. Jadi bagi saya dia layak atas titel ini. Meski begitu, saya rasa Vale melakukan sesuatu yang menakjubkan, sejujurnya," imbuhnya kepada Crash.
Poncharal cukup terkejut dengan performa Rossi sepanjang musim. Di usianya yang sudah tak lagi muda, keberhasilan rider Italia itu tetap bersaing di level teratas layak diapresiasi.
"Dia berusia 36,5 tahun. Untuk bisa mengikuti Marquez, Lorenzo, bahkan Pedrosa dan Iannone kadangkala, dengan usia 10-15 tahun lebih tua dari mereka itu luar biasa," sambungnya.
"Saya hampir 60. Saya tahu bagaimana saya ketika 20 tahun, lalu ketika saya 30-35 tahun, dan saya tahu perbedaannya. Melakukan apa yang dia lakukan di usianya, untuk bisa mendapatkan kans bertarung sampai balapan terakhir demi titel, darimana dia menemukan motivasi bekerja, mengambil risiko, berusaha, begitu termotivasi? Saya tidak tahu."
"Ini bagi saya mungkin musim terbaik untuk Vale, meskipun dia tidak menang," demikian Poncharal.
(raw/din)











































